Thursday, March 24, 2016

10 Kiat Sukses Membuka Usaha Baru

Ada sebuah idiom terkenal dikalangan para pengusaha yakni; “Lebih baik menjadi kepala semut yang kecil, daripada menjadi ekor gajah yang besar.” Maksud dari kalimat itu tentu saja adalah bahwa lebih baik mempunyai usaha sendiri meski masih kecil-kecilan daripada menghabiskan waktu menjadi karyawan di perusahaan besar. Ungkapan ini tak salah, dan itu yang menjadi motivasi bagi beberapa karyawan yang memilih resign dari tempatnya bekerja untuk mulai membuka usahanya sendiri.

Tapi, tentu membuka usaha sendiri dengan tanpa persiapan yang matang juga bukanlah langkah yang bijak. Alih-alih usaha Anda menjadi berkembang dan besar, malah bisa jadi aset Anda yang sekian tahun dikumpulkan akan ludes tak bersisa. Bahkan, bisa saja membuka usaha tanpa perhitungan matang hanya akan menenggelamkan Anda dalam jeratan hutang. 

Nah, untuk itu, Kunci Finansial akan sedikit berbagi kiat untuk memulai usaha baru dan menjadi sukses kedepannya. Inilah 10 kiat memulai usaha baru agar usaha Anda menjadi berkembang dan sukses. 

1. Realistis dalam membuat bussines plan. Adakalanya, karena terlalu bersemangat dan menggebu-gebu untuk membuka usaha baru, para pengusaha pemula seringkali membuat rancang denah bisnis yang terlalu bombastis. Coba cari referensi contoh sukses dari model bisnis yang akan Anda bangun, kemudian pelajari secara seksama.

2. Jangan investasikan semua uang Anda untuk membangun bisnis baru. Bisnis baru, sehebat apapun itu konsepnya, tentu punya resiko yang besar. Untuk itu, carilah partner. Jadi, jika semuanya tidak berjalan semua rencana, Anda tidak bakal bangkrut karena dana start-up tadi, dan tidak dikejar utang.   

3. Jadilah karyawan yang ulet untuk perusahaan Anda sendiri. Ya, Anda harus bekerja sangat keras untuk membangun usaha baru. Lupakan dulu soal gaji lembur, keuntungan pribadi, dan lain-lainnya. Fokuslah pada kemajuan usaha baru Anda. Kenapa Anda harus menjadi karyawan yang ulet untuk perusahaan Anda sendiri, adalah karena pada awalnya Anda tidak akan mampu menggaji karyawan bagus dan kompeten diawal Anda merintis usaha.  Jadi, karyawan Anda, adalah Anda sendiri.  

4.  Rekrut karyawan dengan baik. Tanpa memedulikan ukuran usaha Anda, pada akhirnya Anda akan merekrut karyawan dari luar. Untuk itu, lakukan proses rekrutmen dengan hati-hati, tanpa tergesa-gesa, dan perlakukan hal tersebut sepenting saat Anda memulai usaha. Sangat disayangkan sikap pemilik usaha yang punya visi untuk usahanya, tapi merekrut karyawan yang justru menghalanginya meraih visi tersebut.

5. Jangan sia-siakan waktu. Anda harus benar-benar menghargai waktu Anda. Beri nilai yang menurut Anda paling layak untuk waktu yang Anda punya. Masalah pengusaha baru seringkali tak bisa menghargai waktu. Melihat usahanya mulai sedikit membaik biasanya pengusaha baru ini akan menjelma seperti bos yang hobi sekali berleha-leha dan nongkrong sana-sini bersama teman-temannya. 

6. Jual kelebihan produk Anda ke konsumen, jangan jual harga produknya. Saat Anda memulai usaha, sudah sewajarnya Anda frustasi memasarkannya.Tapi, jika Anda bersaing pada harga, Anda pada akhirnya kan menjual dengan harga pas-pasan atau bahkan di bawah modal. Kuasai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan, untuk menjelaskan bahwa harga produk Anda lebih tinggi karena memiliki nilai yang lebih baik. 

7. Ketahui angka dasar. Mengetahui berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk menjalani usaha – mulai dari sewa toko, listrik, asuransi karyawan, sampai harga tinta printer, kertas, dan pajak. Lalu bagi semua itu dengan berapa hari dalam setahun Anda akan buka, dan… itulah angka dasar – jumlah minimum pendapatan yang Anda butuhkan setiap hari. Jika Anda tidak pernah berpikir tentang angka dasar, coba pikir ulang.

8. Gunakan teknologi terbaru. Teknologi anyar seperti aplikasi dan penyimpaanan data dengan cloud technology sangat murah dan membuat perusahaan kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar. Manfaatkan teknologi rendah biaya yang ada di pasaran.

9. Perlakukan vendor dengan baik. Perlakukan vendor dan suplier Anda sebaik mungkin, seperti halnya Anda memperlakukan para pelanggan. Mereka bisa saja memberikan diskon berdasarkan besarnya volume pemesanan Anda, atau bahkan demi menjaga hubungan baik, serta berharap ada peningkatan volume di masa mendatang. Hubungan yang baik membuat mereka juga dapat memahami keterlambatan pembayaran, bahkan memberikan pengiriman gratis.

10. Jadilah yang terbaik. Anda tidak boleh setengah-setengah.Setiap hal yang Anda lakukan untuk klien harus lah yangterbaik. Apapun yang Anda buat dan jual, haruslah yang terbaik. Lakukan itu terus menerus, dan kekuatan word of mouth akan menyebar.

Saturday, February 6, 2016

Cara Memilih Investasi yang Aman Bagi Orang Awam

Investasi disamping memiliki beberapa jenis juga dikenal memiliki karakter yang berbeda-beda. Untuk itu, bagi Anda yang masih awam di dunia investasi hendaknya berhati-hati dan belajar memahami terlebih dahulu karakter dari instrumen investasi sebelum menanamkan uang Anda. Karena jika tidak hati-hati, alih-alih mendapat untung, uang Anda malah bablas tak kembali.

Untuk itu, sebelum lebih jauh membahas soal investasi ini, ada baiknya Anda tahu terlebih dahulu apa definisi dari investasi itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Sementara untuk kata berinvestasi mengandung makna melakukan investasi; bertanam modal. Dan menginvestasikan artinya menanamkan uang (modal, ang-garan belanja).

Oleh karena itu, dalam investasi mengenal dua kemungkinan yakni untung dan rugi. Nah, tugas kita adalah bagaimana caranya agar uang yang kita investasikan mengalami keuntungan dan bukannya kerugian. Kerugian/kegagalan investasi disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah faktor keamanan (baik dari bencana alam atau diakibatkan faktor manusia), atau faktor ketertiban hukum. Cara memilih investasi yang aman harus mempertimbangakan karakter investasi tersebut. Investasi dilihat dari karakternya mempunyai tiga karakter utama:

  1. Pertumbuhan dan peningkatan dari nilai investasi itu sendiri. Jika dalam kurun waktu tertentu nilainya menjadi semakin baik maka investasi itu menguntungkan karena memiliki pertumbuhan yang baik;
  2. Disamping dilihat dari pertumbuhannya, kenali juga soal return dari investasi tersebut. Return merupakan imbalan atas keberanian investor menanggung risiko atas investasi yang dilakukan, atau dengan bahasa sederhana disebut juga dengan pengembalian tunai dari investasi (memberikan keuntungan perbulan);
  3. Dan yang terakhir adalah Resiko, yakni kemungkinan kerugian investasi (kalo rugi, investasi/uang Anda bisa lenyap sebagian atau seluruhnya).


Nah, setelah mengenali karakternya, maka investasi yang bagus setidaknya memiliki dua dari tiga unsur tersebut. Kenapa hanya dua? Karena jarang sekali ada investasi yang bisa men-cover ketiga unsur diatas secara bersamaan. Untuk itu, pilih investasi yang setidaknya bisa mencover dua unsur diatas. Bagaimana cara memilihnya? Sesuaikan dengan karakter Anda sendiri. Apakah Anda orang yang sangat berhati-hati (konservatif), apakah Anda orang yang berani mengambil resiko (agresif), atau Anda orang diantara keduanya (moderat).

Selain itu dalam cara memilih investasi yang baik, pertimbangkan hal-hal penting lainnya contohnya: sejauh mana toleransi Anda terhadap resiko, seberapa besar Anda ingin untung, seberapa cepat Anda ingin nilai investasi Anda berlipat ganda, dll. Contoh investasi dari karakteristik diatas adalah: rumah kontrakan: karakter resiko kecil & pertumbuhan berdagang, saham: karakter penghasilan & pertumbuhan deposito: karakter resiko kecil & penghasilan Kalau Anda merupakan tipe investor yang konservatif tips berikut dapat menjadi pegangan, yaitu sebar resiko secara luas dan hanya mengambil sedikit resiko dalam pertumbuhan tinggi atau investasi-investasi yang berpenghasilan potensial.

Monday, January 27, 2014

Cara Mengubah Benci Hari Senin Jadi Cinta

Senin, boleh jadi hari paling dibenci para karyawan. Sulit rasanya mengumpulkan tenaga dan semangat untuk sekadar membuka mata dan menyingkap selimut. Apalagi membayangkan lalu lintas yang hampir selalu macet di hari itu. “Oh My God, I hate Monday!” keluh Aina, seorang  profesional muda di bilangan Sudirman, Jakarta Pusat.

Keluhan serupa juga dilontarkan banyak pekerja lainnya, saat menghadapi hari Senin. Sindrom benci hari Senin memang bukan isapan jempol. Itu terbukti dari sejumlah survei yang membenarkan soal itu. Bahkan, British Medical Journal menyebut, serangan jantung meningkat 20 persen pada hari Senin.

Tak cuma itu, keluhan kesehatan seperti stres, migrain, gelisah, dan gangguan pencernaan juga meningkat. Kalau sudah begini, pihak merugi tentu saja perusahaan. Survei melaporkan, perusahaan
bisa rugi ratusan juta per tahun gara-gara karyawannya mengalami sindrom Monday Blues.

Motivator di bidang happinest Arvan Pradiansyah menilai, benci hari Senin sebenarnya hanya persoalan paradigma. Karena itu, sudah saatnya para pekerja mengubah cara pandang mereka dalam melihat sebuah pekerjaan.

“Kalau setiap karyawan hanya melihat pekerjaan hanya sebagai job, itu artinya dia bekerja hanya menjalankan mimpi orang lain. Maka dia akan cepat bosan. Beda jika dia melihat pekerjaan sebagai karier,” kata Arvan.

Dengan memandang pekerjaan sebagai karier, para karyawan akan merasa menjalankan pekerjaan untuk menggapai mimpi-mimpinya. Namun pada tingkatan ini, jaminan kebahagian belum tentu terpenuhi. Banyak orang dengan karier bagus tapi tidak bahagia. Karena itu, kita perlu meningkatkan
Pandangan kita dari karier menjadi calling. “Kalau sudah memandang pekerjaan sebagai panggilan jiwa, maka orang itu akan terus berbahagia menjalani tugas-tugasnya,” katanya.

Jika pandangan Anda sudah benar-benar berubah, tidak akan ada hari Senin yang penuh kemalasan. Kalimat I Hate Monday bakal berubah menjadi I Really Love Monday!

Template by - Abdul Munir - 2008