Showing posts with label Ilmu Manajemen. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Manajemen. Show all posts

Thursday, March 24, 2016

10 Kiat Sukses Membuka Usaha Baru

Ada sebuah idiom terkenal dikalangan para pengusaha yakni; “Lebih baik menjadi kepala semut yang kecil, daripada menjadi ekor gajah yang besar.” Maksud dari kalimat itu tentu saja adalah bahwa lebih baik mempunyai usaha sendiri meski masih kecil-kecilan daripada menghabiskan waktu menjadi karyawan di perusahaan besar. Ungkapan ini tak salah, dan itu yang menjadi motivasi bagi beberapa karyawan yang memilih resign dari tempatnya bekerja untuk mulai membuka usahanya sendiri.

Tapi, tentu membuka usaha sendiri dengan tanpa persiapan yang matang juga bukanlah langkah yang bijak. Alih-alih usaha Anda menjadi berkembang dan besar, malah bisa jadi aset Anda yang sekian tahun dikumpulkan akan ludes tak bersisa. Bahkan, bisa saja membuka usaha tanpa perhitungan matang hanya akan menenggelamkan Anda dalam jeratan hutang. 

Nah, untuk itu, Kunci Finansial akan sedikit berbagi kiat untuk memulai usaha baru dan menjadi sukses kedepannya. Inilah 10 kiat memulai usaha baru agar usaha Anda menjadi berkembang dan sukses. 

1. Realistis dalam membuat bussines plan. Adakalanya, karena terlalu bersemangat dan menggebu-gebu untuk membuka usaha baru, para pengusaha pemula seringkali membuat rancang denah bisnis yang terlalu bombastis. Coba cari referensi contoh sukses dari model bisnis yang akan Anda bangun, kemudian pelajari secara seksama.

2. Jangan investasikan semua uang Anda untuk membangun bisnis baru. Bisnis baru, sehebat apapun itu konsepnya, tentu punya resiko yang besar. Untuk itu, carilah partner. Jadi, jika semuanya tidak berjalan semua rencana, Anda tidak bakal bangkrut karena dana start-up tadi, dan tidak dikejar utang.   

3. Jadilah karyawan yang ulet untuk perusahaan Anda sendiri. Ya, Anda harus bekerja sangat keras untuk membangun usaha baru. Lupakan dulu soal gaji lembur, keuntungan pribadi, dan lain-lainnya. Fokuslah pada kemajuan usaha baru Anda. Kenapa Anda harus menjadi karyawan yang ulet untuk perusahaan Anda sendiri, adalah karena pada awalnya Anda tidak akan mampu menggaji karyawan bagus dan kompeten diawal Anda merintis usaha.  Jadi, karyawan Anda, adalah Anda sendiri.  

4.  Rekrut karyawan dengan baik. Tanpa memedulikan ukuran usaha Anda, pada akhirnya Anda akan merekrut karyawan dari luar. Untuk itu, lakukan proses rekrutmen dengan hati-hati, tanpa tergesa-gesa, dan perlakukan hal tersebut sepenting saat Anda memulai usaha. Sangat disayangkan sikap pemilik usaha yang punya visi untuk usahanya, tapi merekrut karyawan yang justru menghalanginya meraih visi tersebut.

5. Jangan sia-siakan waktu. Anda harus benar-benar menghargai waktu Anda. Beri nilai yang menurut Anda paling layak untuk waktu yang Anda punya. Masalah pengusaha baru seringkali tak bisa menghargai waktu. Melihat usahanya mulai sedikit membaik biasanya pengusaha baru ini akan menjelma seperti bos yang hobi sekali berleha-leha dan nongkrong sana-sini bersama teman-temannya. 

6. Jual kelebihan produk Anda ke konsumen, jangan jual harga produknya. Saat Anda memulai usaha, sudah sewajarnya Anda frustasi memasarkannya.Tapi, jika Anda bersaing pada harga, Anda pada akhirnya kan menjual dengan harga pas-pasan atau bahkan di bawah modal. Kuasai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan, untuk menjelaskan bahwa harga produk Anda lebih tinggi karena memiliki nilai yang lebih baik. 

7. Ketahui angka dasar. Mengetahui berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk menjalani usaha – mulai dari sewa toko, listrik, asuransi karyawan, sampai harga tinta printer, kertas, dan pajak. Lalu bagi semua itu dengan berapa hari dalam setahun Anda akan buka, dan… itulah angka dasar – jumlah minimum pendapatan yang Anda butuhkan setiap hari. Jika Anda tidak pernah berpikir tentang angka dasar, coba pikir ulang.

8. Gunakan teknologi terbaru. Teknologi anyar seperti aplikasi dan penyimpaanan data dengan cloud technology sangat murah dan membuat perusahaan kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar. Manfaatkan teknologi rendah biaya yang ada di pasaran.

9. Perlakukan vendor dengan baik. Perlakukan vendor dan suplier Anda sebaik mungkin, seperti halnya Anda memperlakukan para pelanggan. Mereka bisa saja memberikan diskon berdasarkan besarnya volume pemesanan Anda, atau bahkan demi menjaga hubungan baik, serta berharap ada peningkatan volume di masa mendatang. Hubungan yang baik membuat mereka juga dapat memahami keterlambatan pembayaran, bahkan memberikan pengiriman gratis.

10. Jadilah yang terbaik. Anda tidak boleh setengah-setengah.Setiap hal yang Anda lakukan untuk klien harus lah yangterbaik. Apapun yang Anda buat dan jual, haruslah yang terbaik. Lakukan itu terus menerus, dan kekuatan word of mouth akan menyebar.

Thursday, September 13, 2012

Siapapun Bisa Menjadi Kaya

Artikel yang sebentar lagi akan Anda baca ini merupakan artikel dari koran Kompas yang ditulis oleh Taufik Gumulya. Tapi karena menurut Kunci Finansial sangat berguna untuk dibaca, maka kami memutuskan untuk ikut share di sini.

Oh iya, aslinya artikel ini terdiri dari 2 bagian yang masing-masing artikel berjudul: Siapapun Bisa Menjadi Kaya (1) dan Siapapun Bisa Menjadi Kaya (2) Tapi di sini, akan sekalian dipadatkan jadi satu artikel saja. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Siapapun Bisa Menjadi Kaya


KOMPAS.com - Pembaca Kompas.com yang bijak, Lebaran baru saja berlalu, pengeluaran uang dalam jumlah yang besar telah dilakukan. Setelah Lebaran usai, kini saatnya anda melakukan akumulasi kekayaan dengan tujuan agar pertumbuhan aset maksimal atau dengan bahasa sederhana kita membuat diri kita menjadi kaya! Anda mau?

Nah artikel berikut ini merupakan salah satu cara yang dapat anda lakukan agar bisa menjadi lebih kaya secara finansial. Paparan ini jika dilakukan dengan disiplin akan membuat diri anda berpotensi besar menjadi kaya. Ini berlaku bagi siapa saja tanpa memandang besarnya penghasilan perbulannya.

Sekali lagi yang terpenting anda mampu untuk melakukannya secara disiplin terhadap penghasilan anda setiap bulannya, jika tidak disiplin maka dapat dipastikan paparan ini tidak ada manfaatnya bagi pertumbuhan aset anda. Namun bagi anda yang mampu untuk disiplin secara konsisten maka potensi peningkatan aset keuangan anda sangat besar, marilah kita mulai secara bertahap.

Tahap 1 – Difinisi Kaya
Setiap orang memiliki difinisi yang berbeda terhadap ‘Kaya’, namun kami membatasinya dalam memandang kekayaan secara finansial saja, jadi di luar itu kami tidak membahasnya. Bagaimana dengan aset non finansial seperti kendaraan, rumah dan barang-barang lain?, untuk hal itu dipersilahkan untuk melakukan konversi teradap aset non finansial menjadi aset finansial (lakukan valuasi aset tersebut menjadi harga pasar wajar).

Baiklah, kita kembali kepada difinisi kaya: Kaya adalah suatu hasil pertumbuhan dari investasi yang telah dilakukan dan pertumbuhannya berhasil melampaui inflasi dari suatu negara di mana sang investor tersebut menetap.

Jadi berdasarkan penjelasan diatas maka seseorang tidak akan bertambah kaya jika dia:

  • Tidak melakukan investasi;
  • Melakukan investasi tetapi pertumbuhan hasilnya dibawah inflasi.


Marilah kita melakukan introspeksi secara objektif atas diri kita sendiri, sudahkah kita melakukan?:

  • Investasi baik di sektor riil maupun sektor finansial?;
  • Dalam melakukan investasi apakah kita sudah mengenal karakter profil resiko diri kita sendiri?, apakah kita termasuk dalam golongan konservatif, moderat atau agresif?

Demikian pembaca yang bijaksana, hal diatas adalah merupakan koridor pertama yang harus dilalui jika kita ingin merealisasikan pertumbuhan aset finansial secara signifikan. Untuk melakukannya wajib ada pengorbanan dari sisi keuangan. Pemasukan anda dibelanjakan dengan ketat demi masa depan keuangan yang lebih baik (bukankah anda ingin kaya kelak?).

Uang anda hanya untuk memenuhi kebutuhan rutin dan bukan keinginan rutin, sekali lagi bukan keinginan sehingga terjadi efisiensi minimal sebesar 10 persen dari pendapatan anda setiap bulannya. Dengan kalimat sederhana, pendapatan yang dapat digunakan hanya sebesar 90 persen.

Tahap 2 – Lakukan Investasi Bukan Spekulasi
Setelah kita sisihkan minimal 10 persen dari pendapatan maka langsung investasikan dana tersebut. Sesungguhnya ada batasan tipis antara investasi dan spekulasi, begitu tipisnya ‘benang’ ini sehingga sering kali seseorang tidak menyadari bahwa ia sedang terjerumus dalam spekulasi.
Untuk menghidarinya, berikut ini bisa dijadikan rambu atau pedoman agar kita tidak terjerumus dalam jurang ‘spekulasi’. Dalam melakukan investasi di sektor finansial seseorang wajib untuk:

ɸ Menentukan jangka waktu investasi yakni:
  1. Jangka pendek <=1 tahun, potensi hasil investasi rendah; 
  2. Jangka menegah 1 <= 3 tahun, potensi hasil investasi sedang; 
  3. Jangka panjang > 3 tahun, potensi hasil investasi tinggi.
Untuk menentukan jangka waktu cukup dengan mengetahui tujuan investasinya, misal investasi untuk pendidikan tinggi anak (usia saat ini 12 tahun), maka dana pendidikan tersebut diperlukan 6 tahun dari sekarang, berarti investasi yang dilakukan jangka panjang, dan lain sebagainya.

Sebagai catatan penting:
  • Potensi hasil investasi bukan merupakan jaminan, maksudnya adalah hasil investasi dapat berada diatas ataupun dibawah dari hasil yang direncanakan; 
  • Investasi bisa mengalami pertumbuhan yang besar, sedang maupun kecil bahkan tidak mustahil dapat mengalami kerugian, investasi sangat berhubungan dengan resiko. Nah untuk mengeliminir resiko kerugian maka penentuan jangka waktu investasi menjadi sangat wajib;
  • Jika ada investasi yang menjanjikan tingkat imbal hasil secara fix atau tetap maka berhati-hatilah, biasanya iming-iming pengembalian yang sangat luar biasa besar setiap bulannya (agar menarik calon investor). Untuk diketahui bahwa investasi dimanapun tidak bisa menjanjikan tingkat pengembalian yang tetap, mengapa?, karena investasi berkorelasi langsung dengan resiko. Jadi semakin besar potensi tingkat pengembalian maka semakin besar pula potensi resikonya. Berdasarkan data biasanya investasi yang seperti ini dapat dengan cepat menggerus modal anda hingga habis, ludes.

ɸ Alokasikan uang anda pada kendaraan yang tepat
Berbicara investasi di sektor finansial maka berdasarkan hasil riset secara empiris bahwa alokasi aset memegang peranan terbesar (sekitar 90 persen) dalam hal pertumbuhan hasil investasi, sisanya adalah rumor (kabar angin) dan momentum (saat masuk dan keluar investasi), nah kalau hasil riset investasi di sektor finansial sudah membuktikan demikian maka saatnya kita memilih kendaraan yang tepat untuk investasi kita.

Kami merekomendasikan sebagai pemula sebaiknya alokasikan investasi anda di intrumen Reksa Dana, mengapa demikian?, karena kendaraan investasi reksa dana memiliki ‘supir yang berlisensi’, ya bagaikan supir kendaraan ia memiliki ijin atau lisensi dari Bapepam sehingga kendaraan tersebut relatif aman, asalkan kita tepat memilih kendaraan tersebut, nah bagaimana caranya?

Berikut adalah tahapan yang kami ilustrasikan untuk seorang investor reksa dana pemula:

lustrasi Tabel Alokasi Investasi untuk Investor

Catatan penting:                    
Tabel ini hanya ilustrasi untuk pemula bukan merupakan keharusan          
Untuk lebih jelasnya silahkan melakukan konsultasi dengan Perencana Keuangan Anda     

Setelah kita mengetahui kisaran aset alokasi yang tepat, langkah selanjutnya adalah menentukan target pertumbuhan reksa dana, bagaimana caranya? 

Menenentukan target pertumbuhan reksa dana.
Berdasarkan fakta yang ada, kita berpotensi menjadi takut ketika nilai investasi kita menurun atau modal kita menjadi sangat berkurang, sebaliknya kita berpotensi menjadi tamak ketika nilai investasi kita sedang meningkat secara signifikan.

Dalam kondisi sedang meraih untung, umumnya perasaan tamak terus menghantui sehingga dengan mudahnya investasi terus ditambah (kondisi high return high risk pun terlupakan) harapannya adalah mendapat keuntungan yang sebanyak mungkin. Jika ternyata untung maka kita tersenyum, namun sebaliknya jika rugi,hmm, tentu sangat menyesakkan hati. Nah pada kondisi seperti itulah investasi berubah menjadi spekulasi.

Sekali lagi untuk menghindari spekulasi dalam berinvestasi di sektor finansial, kita wajib menentukan 2 hal yakni:
  1. Jangka waktu; 
  2. Target pertumbuhan minimal yang ingin dicapai.

Dengan melakukan dua hal di atas maka investasi yang dilakukan berada dalam jalur yang benar. Mengenai penjelasan penentuan jangka waktu telah dijelaskan pada artikel kami yang pertama.

Berikutnya untuk menentukan target pertumbuhan minimal, calon investor mutlak mengetahui pertumbuhan rata-rata dari reksa dana yang akan dipilihnya, di sini penulis membagi menjadi 4 (empat) kelompok besar reksa dana. Tabel berikut merupakan hasil olahan data dari seluruh performa reksa dana tersebut yang masih aktif di Indonesia:


 Keterangan:
1. Reksa Dana Pasar Uang (RDPU);
2. Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT); 
3. Reksa Dana Campuran (RDC);
4. Reksa Dana Saham (RDS);
5. Sampling data tingkat pengembalian (return) reksa dana (kecuali reksa dana pasar uang) diambil selama 3 tahun terakhir serta dihitung secara aritmatik menjadi rata-rata tahunan (data selama 3 tahun dibagi 3),data terakhir pertanggal 24 Agustus 2012.

Untuk lebih jelasnya kami memberikan contoh berikut dari seorang investor yang melakukan investasi di sektor finansial:

Seorang bapak berusia 30 tahun memiliki kebutuhan untuk meningkatkan kekayaannya sebagai berikut:
  1. Ingin memberikan warisan kepada anaknya ketika kelak berusia 25 tahun sebesar minimal Rp 800 juta, usia anak saat ini 2 tahun;
  2. Ingin memiliki modal usaha sebesar Rp 450 juta, 10 tahun dari sekarang.

Saat ini sang bapak memiliki deposito senilai Rp 25 juta yang dibagi menjadi Rp 10 juta untuk warisan dan Rp 15 juta untuk usahanya kelak.

Nah untuk mencapai keinginannya maka sang bapak wajib melakukan:
  • • Perhitungan investasi yang harus dilakukan setiap bulannya agar kebutuhan No. 1 dan No. 2 dapat tercapai, adalah sebesar:

  1. Rp 132.000 selama 23 tahun agar tersedia dana sebasar Rp 800 juta;
  2. Rp 1.250.000 selama 10 tahun agar tersedia dana sebesar Rp 450 juta;
  3. Jadi total dana yang harus di investasikan pada reksa dana setiap bulan dalah sebesar Rp 1.382.000.
Agar mudah silahkan melihat dalam bentuk tabel:

Catatan:
Perhitungan investasi di atas adalah berdasarkan hasil perhitungan dalam ‘Aplikasi TGRM untuk Menggapai Kekayaan’ (Aplikasi diberikan gratis kepada pembaca Kompas.com dengan cara melakukan add PIN BB 29788928 atau SMS ‘Aplikasi TGRM’ kirim ke 0816 132 4712).
Kemudian bagaimana kita dapat memilih produk dan perusahaan reksa dana dengan tepat?, berikut adalah beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh investor pemula:

1. Return atau tingkat pengembalian yang merupakan kinerja reksadana secara historis harus optimal, sesuai dengan tingkat risiko yang dihadapinya, contoh Reksa Dana Saham (RDS) lebih berisiko dibanding dengan Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT), namun Reksa Dana Pendapatan Tetap lebih berisiko dari Reksa Dana Pasar Uang (RDPU). Tolok ukur (Benchmark) return harus relevan dengan jenis reksadana tersebut, contoh:
  • IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) dengan RDS;
  • Indeks Obligasi Pemerintah dengan RDPT;
  • Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan RDPU


Jadi Anda dapat menanyakan kepada wakil agen penjual reksa dana tersebut mengenai tolok ukur versus kinerja reksa dana yang akan kita pilih tersebut.

2. Sharpe Ratio (SR), rasio ini berfungsi untuk mengukur konsistensi dari kinerja return dalam kurun waktu yang relatif panjang. Selain itu, Anda juga perlu menanyakan Standar Deviasi (SD). Secara awam SD adalah cerminan risiko di reksa dana tersebut secara historis, jadi SD semakin rendah berarti reksa dana relatif tidak terlalu berisiko, sedangkan SR semakin tinggi berarti kinerja relatif lebih baik. Jika ingin mengetahui lebih dalam mengenai metode Risk and Return, ini silakan dipelajari di sini: http://www.efmoody.com/investments/sharperatio.html

3. Untuk melihat tingkat kepercayaan nasabah ada baiknya membeli reksa dana yang dikeluarkan oleh Manajer Investasi (MI) yang telah mempunyai Dana Kelolaan atau Asset Under Management (AUM) 10 terbesar di Indonesia, silakan anda melakukan browsing via internet untuk mengetahuinya. Namun, ini bukan suatu hal yang mutlak karena AUM berbanding lurus dengan lamanya produk atau perusahaan tersebut beroperasional di Indonesia.

4. Biaya, perhatikan biaya masuk (subscription), biaya managemen, biaya switching (jika ada) serta biaya keluar (redemption). Biaya bukan sekedar pernik, tetapi dapat mempengaruhi pertumbuhan aset Anda secara jangka panjang.

Setelah kita mengetahui bagaimana memilih perusahaan dan produk reksa dana yang tepat maka langkah selanjutnya adalah melakukan implementasi atas perhitungan dan seluruh perencanaan serta analisa-analisanya.

Sebagai informasi implementasi reksa dana dapat dilakukan pada beberapa pintu masuk yakni: 
1. Perusahaan Manajer Investasi secara langsung;
2. Bank sebagai Agen Penjual Reksa Dana.

Demikian pembaca yang bijak, tanpa implementasi investasi Anda tidak akan menjadi kaya karena seseorang akan menjadi kaya melalui investasi bukan sebaliknya kita menunggu menjadi kaya dahulu baru melakukan investasi. Selamat melakukan implemantasi investasi Anda. (bersambung)


--
Taufik Gumulya, CFP 
Wealth & Financial Planner pada TGRM Perencana Keuangan








Monday, February 6, 2012

Pengertian, manfaat, Prinsip dan Sikap dasar PERT

Pengertian
Mengelola Ekonomi Rumah Tangga (ERT) adalah tindakan untuk merencanakan, melaksanakan, memonitor, mengevaluasi dan mengendalikan perolehan dan penggunaan sumber-sumber ekonomi keluarga khususnya keuangan agar tercapai tingkat pemenuhan kebutuhan secara optimum, memastikan adanya stabilitas dan pertumbuhan ekonomi keluarga.

Manfaat
Pengelolaan Ekonomi Rumah Tangga (PERT) bertujuan untuk mendayagunakan kesadaran, sikap, perilaku dan kemampuan anggota keluarga serta menggerakkan potensi ekonomi keluarga guna memastikan adanya:

  • Pemenuhan kebutuhan ekonomi anggota keluarga secara optimum.

  • Stabilitas kehidupan ekonomi keluarga.

  • Pertumbuhan ekonomi keluarga.


Prinsip Pengelolaan ERT
Prinsip pengelolaan ekonomi rumah tangga adalah adanya upaya untuk meningkatkan pendapatan dan pengendalian tingkat pengeluaran dalam memenuhi kebutuhan anggota keluarga agar terdapat surplus secara continue diakumulasikan menjadi kekayaan yang semakin besar.

Sikap dasar yang diperlukan

  1. Kesadaran dan motivasi yang kuat dari semua anggota keluarga untuk mencapai pertumbuhan dan kehidupan ekonomi yang baik.

  2. Menggerakkan seluruh kemampuan dan potensi ekonomi keluarga guna mencapai tingkat pendapatan yang lebih tinggi.

  3. Adanya keterbukaan, kejujuran, disiplin serta kerja sama semua anggota keluarga.

  4. Adanya pengendalian berupa perencanaan ekonomi rumah tangga dan pelaksanannya sehari-hari secara taat dan disiplin.

  5. Adanya susunan prioritas kebutuhan dan alokasi sumber ekonomi keluarga yang didasarkan atas tingkat kemendesakkan kebutuhan dan bukan sekedar keinginan.


UNSUR-UNSUR PERT
Dalam mengelola ekonomi rumah tangga, diperlukan unsur-unsur penting, yaitu sebagai berikut: Pendapatan keluarga, rencana pengeluaran, catatan realisasi pendapatan dan pengeluaran, pandangan dan sikap yang tepat tentang tabungan, dan musyawarah keluarga (suami, istri dan anak-anak).

Pendapatan keluarga
Tidak mudah menghitung pendapatan apalagi bagi keluarga yang tidak mempunyai pendapatan yang tetap seperti misalnya petani. Apalagi pendapatan itu acapkali dalam satuan waktu panen, berupa hasil pertanian yang harganya berubah-ubah. Dalam hal seperti ini perhitungannya harus disesuaikan dengan nilai rupiah secara bulanan.

Menghitung pendapatan keluarga artinya: menjumlah semua penghasilan yang diperoleh oleh semua anggota keluarga dari berbagai jenis sumber. Kesulitan timbul bilamana tidak semua anggota keluarga menyetorkan penghasilannya kepada seorang pengelola, biasanya istri/ibu rumah tangga. Istilahnya 'uang laki-laki' adalah bagian atau jenis penghasilan suami yang tidak disetor atau jenis penghasilan suami yang tidak disetor kepada istri dan tentunya tidak tercatat.

Rencana pengeluaran
Seorang istri membelanjakkan penghasilan umumnya dengan 'naluri' atau 'perhitungan di luar kepala'. Praktek yang dapat terjadi adalah tanpa perhitungan sehingga tekor dan terpaksa diatasi dengan mencari utangan atau, gali lobang tutup lobang. Langkah pertama perencanaan anggaran belanja adalah menyusun berbagai jenis kebutuhan keluarga dalam urutan prioritas, yaitu sebagai berikut:
1. Kebutuhan yang mutlak
  • Makan

  • Pakaian

  • Perumahan

  • Kesehatan

  • Pendidikan

  • Transport


2. Kebutuhan yang penting
  • Pembayaran utang/angsuran kredit

  • Olahraga, hiburan dn rekreasi keluarga

  • Hajat, sumbangan/undangan, gotong royong, arisan, pajak

  • Zakat, fitrah, sodakoh, sumbangan amal


3. Kebutuhan yang perlu
  • Peningkatan mutu dari berbagai kebutuhan yang mutlak dan yang penting.


4. Kebutuhan yang kurang perlu
  • Pengeluaran untuk kesenangan, hobi (rokok, minuman) atau pembelian barang dan jasa yang tidak terlalu diperlukan.


Kemudian, jumlah penghasilan keluarga dialokasikan menurut golongan dan urutan prioritasnya, tentu saja setelah dikurangi dengan tabungan yang secara disiplin disisihkan terlebih dahulu.

Pencatatan dan monitoring
Tidak ada manfaatnya menyusun rencana kalau tidak secara disiplin dilaksanakan. Bila seorang ibu pergi ke pasar untuk masak sayur asem, maka dia telah ingat betul apa yang harus dibeli untuk keperluan itu. Namun jika tidak disiplin sampai di depan pasar ia melihat orang jual sandal yang bagus, uang belanja dibelikan sandal dan bahan sayur asem tidak terbeli lagi, sedangkan sandal tidak dapat dibuat menjadi sayur asem.

Disiplin melaksanakan rencana dan mencatat sama saja dengan memonitor upaya mencapai tujuan. Berbagai penyimpangan dapat saja terpaksa dilakukan karena keadaan yang berubah atau rencana yang kurang cocok. Namun, kalau terlalu jauh, sama saja dengan tidak ada rencana. Mencatat dan memonitor dimaksudkan untuk memperoleh data guna melakukan evaluasi, apakah suatu rencana dapat dilaksanakan; apa penyimpangannya; seberapa jauh; mengapa bisa terjadi; dan bagaimana memperabaikinya.

Menabung
Menabung bukanlah semata perkara penyimpanan uang atau benda ekonomi lain yang dapat disimpan untuk penggunaan kemudian. Ada dasar sikap dan perilaku manusia dibaliknya. Banyak orang menganggap, hanya mereka yang memiliki penghasilan besar dapat menabung. Orang miskin tidak mungkin menabung, karena untuk memenuhi kebutuhan pokok saja tidak cukup. Pandangan itu terlalu matematis. Disamping itu tidak benar dan juga menyesatkan karena akan membelenggu mereka yang miskin tetap berada dalam kemiskinan secara permanen.

Pandangan yang keliru tentang menabung
Sikap dasar yang salah bertolak dari anggapan orang menabung dari sisa pendapatan setelah digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan keluarga. Sementara orang tidak dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan tanpa batas. Akibatnya mereka yang berpenghasilan kecil tidak dapat menabung. Dalam kenyataannya mereka yang berpenghasilan cukup besar, tetap tidak dapat menabung, ini disebabkan karena setiap peningkatan pendapatan akan merangsang timbulnya kebutuhan baru atau peningkatan kualitas yang sebelumnya tidak dapat dipenuhi. Dengan begitu kebutuhan akan selalu lebih besar dari pada penghasilan yang diperoleh.

Pandangan yang benar tentang menabung
Sebenarnya menabung merupakan kunci untuk memperbaiki kehidupan ekonomi; lebih merupakan gejala sikap, perilaku dan disiplin manusia. Menanamkan kebiasaan menabung merupakan upaya strategis mengatasi kemiskinan. Oleh karena itu, semestinya menabung menjadi sikap dan perilaku untuk menyisihkan secara sadar dan terus menerus bagian dari setiap penerimaan pendapatan.

Dengan begitu pengelolaan pendapatan keluarga akan memiliki dampak pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan semakin besarnya akumulasi surplus keluarga. Dan orang kecil pun dapat menabung!

Menabung dapat dilihat dari dua sisi kehidupan keluarga. Satu sisi adalah menyisihkan bagian dari penerimaan pendapatan, sisi lain adalah penghematan dari setiap sen pengeluaran. Dengan demikian setiap keluarga dapat menabung dari dua gejala dasar ekonomi keluarga yaitu "penyisihan dari penerimaan" dan "penghematan dari pengeluaran".

Musyawarahkeluarga
Sangat jarang keluarga memiliki tradisi musyawarah, apalagi yang didayahgunakan untuk tujuan ekonomi. Musyawarah keluarga, dilakukan tidak hanya antara suami dan istri, tetapi juga anak-anak yang telah dapat mengerti. Bila dalam satu keluarga besar ada orang tua atau saudara yang menjadi tanggungan, mereka perlu diikut sertakan dalam musyawarah. Musyawarah terutama bertujuan untuk menyusun rencana keuangan bulan berikutnya dan mengevaluasi pelaksanaan rencana anggaran bulan sebelumnya, memperbaiki kesalahan dan memecahkan masalah-masalah yang timbul dalam kehidupan ekonomi keluarga.

****



Sumber: dikutip dari Modul Pengelolaan Ekonomi Rumah Tangga, PNPM MP.

Wednesday, April 6, 2011

Kekayaan Manusia yang Terbesar

Bagi setiap pejalan kehidupan yang sudah mencoba serta berjalan jauh di jalur-jalur cukup, segera akan mengerti, memang merasa cukuplah kekayaan manusia yang terbesar.


Seorang sahabat yang mulai kelelahan hidup, pagi bangun, berangkat ke kantor, pulang malam dalam kelelahan, serta amat jarang bisa merasakan sinar matahari di kulit, kemudian bertanya, “Untuk apa hidup ini?” Ada juga orang yang sudah benar-benar telah mengungsi (kecil mengungsi di rumah orang tua, dewasa mengungsi ke lembaga pernikahan, tua mengungsi di rumah sakit), dan juga bertanya serupa. Objek sekaligus subjek yang dikejar dalam hidup memang bermacam-macam. Ada yang mencari kekayaan, ada yang mengejar keterkenalan, ada yang lapar dengan kekaguman orang, ada yang demikian seriusnya di jalan-jalan spiritual sampai mengorbankan hampir segala-galanya. Dan tentu saja sudah menjadi hak masing-masing orang untuk memilih jalur bagi dirinya sendiri.

Namun yang paling banyak mendapat pengikut adalah mereka yang berjalan atau berlari memburu kekayaan (luar maupun dalam). Pedagang, pengusaha, pegawai, pejabat, petani, tentara, supir, penekun spiritual sampai dengan tukang sapu, tidak sedikit yang kepalanya diisi oleh gambar-gambar hidup agar cepat kaya. Sebagian malah mengambil jalan-jalan pintas.

Yang jelas, pilihan menjadi kaya tentu menjadi sebuah pilihan yang bisa dimengerti. Terutama dengan kaya materi manusia bisa melakukan lebih banyak hal. Dengan kekayaan di dalam, manusia bisa berjalan lebih jauh di jalan-jalan kehidupan. Dan soal jalur menjadi kaya mana yang akan ditempuh, pilihan yang tersedia memang amat melimpah. Dari jualan asuransi, ikut MLM, memimpin perusahaan, jadi pengusaha sampai dengan jadi pejabat tinggi. Namun, salah seorang bijak dari timur pernah menganjurkan sebuah jalan: Contentment is the greatest wealth. Tentu agak unik kedengarannya terutama di zaman yang serba penuh dengan hiruk pikuk pencarian keluar. Menyebut cukup, sebagai kekayaan manusia terbesar, tentu bisa dikira dituduh miring.

Ada yang mengira itu menganjurkan kemalasan, ada yang menuduh anti kemajuan, dan tentu saja tidak dilarang untuk berpikir seperti ini. Cuman, bagi setiap pejalan kehidupan yang sudah mencoba serta berjalan jauh di jalur-jalur “cukup”, segera akan mengerti, memang merasa cukuplah kekayaan manusia yang terbesar. Bukan merasa cukup kemudian berhenti berusaha dan bekerja. Sekali lagi bukan. Terutama hidup serta alam memang berputar melalui hukum-hukum kerja. Sekaligus memberikan pilihan-pilihan yang mengagumkan, bekerja dan lakukan tugas masing-masing sebaik-baiknya, namun terimalah hasil dengan rasa cukup.

Dan ada yang berbeda jauh di dalam sini, ketika tugas dan kerja keras sudah dipeluk dengan perasaan cukup. Tugasnya berjalan, kerja kerasnya juga berputar. Namun rasa syukurnya mengagumkan. Sekaligus membukakan pintu bagi perjalanan kehidupan yang penuh dengan kemesraan. Tidak saja dengan diri sendiri, keluarga, tetangga serta teman. Dengan semua perwujudan Tuhan, manusia mudah terhubung ketika rasa syukurnya mengagumkan. Tidak saja dalam keramaian manusia menemukan banyak kawan, di hutan yang paling sepi sekalipun menemukan banyak teman.

Dalam terang cahaya pemahaman seperti ini, rupanya merasa cukup jauh dari lebih sekedar memaksa diri agar lebih damai. Awalnya, apapun diikuti keterpaksaan. Namun begitu merasa cukup nyamanlah yang merupakan sarang laba-laba kehidupan. Di mana semuanya (manusia, binatang, tetumbuhan, batu, air, awan, langit, matahari, dll) serba terhubung sekaligus menyediakan rasa aman nyaman di sebuah titik pusat.

Orang tua mengajarkan hidup berputar seperti roda. Dan setap pencaharian keluar yang tidak mengenal rasa cukup, mudah sekali membuat manusia terguncang menakutkan di pinggir roda. Namun di titik pusat, tidak ada putaran. Yang ada hanya rasa cukup yang bersahabatkan hening, jernih sekaligus kaya. Bagi yang belum pernah mencoba, apalagi diselimuti ketakutan, keraguan dan iri hati, hidup di titik pusat berbekalkan rasa cukup memang tidak terbayangkan. Hanya keberanian untuk melatih dirilah yang bisa membukakan pintu dalam hal ini.

Hidup yang ideal memang kaya di luar sekaligus di dalam. Dan ini bisa ditemukan orang-orang yang mempu mengkombinasikan antara kerja keras di satu sisi, serta rasa cukup di sisi lain. Bila orang-orang seperti ini berjalan lebih jauh lagi di jalan yang sama, akan datang suatu waktu di mana bahagia dengan hidup yang bodoh di luar, namun pintar mengagumkan di dalamnya. Ini bisa terjadi, karena rasa cukup membawa manusia pelan-pelan mengurangi ketergantungan akan penilaian orang lain. Jangankan dinilai baik dan pintar, dinilai buruk sekaligus bodoh pun tidak ada masalah.

Salah atu manusia yang sudah sampai di sini bernama Susana Tamaro. Dalam novel indahnya berjudul Pergi Kemanapun Hati Membawamu. Ia kurang lebih menulis: “Kata-kata ibarat sapu.” Ketika dipakai menyapu, lantai lebih bersih namun debu terbang kemana-mana. Dan hening ibarat lap pel. Lantai bersih tanpa membuat debu terbang. Dengan kata lain, pujian, makian, kekaguman, bagian lain (seperti sapu). Sedangkan hening di dalam bersama rasa cukup seperti lap pel, bersih, jernih, tanpa menimbulkan dampak negative.

Manusia lain yang juga sampai di sini bernama Chogyum Trungpa, di salah satu karyanya yang mengagumkan (Shambala, the Secred of the Warrior) ia menulis: “This basic wisdom of Shambala is that in this wirl, as it is, we can find a good an meaningful human life that will also serve others. This is richness.” Itulah kekayaan yang mengagumkan, bahwa dalam hidup yang sebagaimana adanya (bukan yang seharusnya) kita bisa menemukan kehidupan berguna sekaligus pelayanan bermakna buat pihak lain.

(Artikel di atas dicuplik dari buku: Kebahagiaan yang Membebaskan karya Gede Prama)

Tuesday, March 8, 2011

Download Contoh Surat Perjanjian Penyewaan Kios

Bagi Anda yang butuh dan lagi mencari referensi tentang cara dan menyusun surat perjanjian sewa kios untuk usaha Anda, maka kali ini Kunci Finance sedikit berbagi contoh surat perjanjian penyewaan kios beserta butir-butir perjanjian di dalamnya.

Contoh Surat Perjanjian Penyewaan kios ini di susun dengan format pdf. Maka dari itu, bagi yang berminat silahkan download Surat Perjanjian Penyewaan Kios ini dengan meng-klik button download dibawah ini:



Akhir kata, semoga bermanfaat...

Tips Agar Tak Merugi dalam Bermain Saham

Main saham memang gampang-gampang susah, bahkan saking begitu dominannya faktor luck dalam bermain saham, orang awam kadang kerap mengidentikkan bermain saham sama dengan bermain judi. Padahal, tentu saja meski dalam bermain saham adakalanya faktor luck ikut berperan tapi tetap saja kita tak selamanya harus selalu mengandalkan faktor luck ini agar bisa sukses di sini. Ada beberapa faktor lain selain faktor luck yang ikut berperan penting dalam wahana investasi ini agar tidak buntung.

Karena saham adalah salah satu produk pasar modal yang merupakan bukti bagi pemegangnya bahwa yang bersangkutan adalah salah satu pemilik pada perusahaan yang menerbitkan sertifikat saham tersebut maka tentu untuk bisa memperoleh keuntungan dari investasi ini adalah harus mengikuti cara-cara dan aturan mainnya. Ini produk yang rasional, maka tentu saja aturan mainnya pun bisa sangat rasional. Kita tidak bisa selamanya mengandalkan faktor non rasio macam faktor luck untuk mencapai keuntungan dalam bursa saham.

Maka dari itu, pada kesempatan kali ini Kunci Finance akan sedikit berbagi tips dan trik bermain saham agar tak merugi. Apa saja triknya? Ini dia...

1. ‘Manusiakan’ Saham Anda
Memanusiakan saham yang saya maksud di sini adalah dengan tidak memperlakukan saham semata-mata hanya lembaran kertas saja. Saham adalah satu produk yang dikeluarkan oleh satu perusahaan yang dikelola oleh manusia. Di situ ada peran dan sentuhan tangan-tangan manusia, jadi perlakukan saham seperti Anda memperlakukan orang-orang yang mengelolanya. Lihat, amati dan cermatlah dalam bertindak.

2. Tetap bersikap konservatif dan waspada
Indonesia adalah salah satu contoh pasar yang sifatnya emerging market, yang artinya apa-apa yang tertera dalam data-data keuangan, apalagi yang belum diaudit dan disahkan oleh Bapepam, bisa jadi adalah data-data yang tak sepenuhnya benar. Berhati-hatilah dan tetap bersikap konservatif agar Anda tidak kecele dengan data-data keuangan yang tertera dalam buku.

3. Main di level aman dahulu
Bagi Anda yang pemula dalam bermain saham, untuk menghindari kerugian yang besar, sebaiknya terlebih dahulu mengkoleksi saham blue chip yang sedang turun harganya akibat terpapar sentiment right issue seperti pergantian menteri, suhu politik yang menghangat dan sebagainya. Saham jenis ini dalam waktu yang tak berapa lama, begitu right issue mulai mereda, biasanya harganya pun akan mulai terkatrol naik kembali. Meski sifat dari saham blue chip adakalanya bersifat average, namun ia termasuk saham yang aman dan layak dikoleksi untuk waktu yang lama.

4. Jangan terlalu menuruti emosi
Dalam bermain saham adakalanya sama dengan bermain judi, yakni bilamana Anda mulai emosi dan tak terkendali maka biasanya Anda akan rugi besar. Tetaplah tenang dan disiplin dengan batas-batas yang Anda tetapkan sebelumnya. Misalnya Anda memiliki batas 37% di atas dan 8% di bawah, maka berpegang teguhlah pada batasan-batasan yang telah Anda buat itu, jangan sekali-kali mengikuti nafsu Anda hanya karena pergerakan di bursa terlihat menukik atau menaik tajam.

5. Jangan memegang saham terlalu banyak
Manusia seberapa pun hebatnya tetap saja memiliki batas kemampuan. Untuk itu, sebaiknya Anda tak terlalu banyak memegang jenis saham dalam waktu yang bersamaan. Batas aman untuk mengkoleksi jenis-jenis saham di pasaran biasanya adalah sekitar 7 sampai 8 jenis saham saja dengan mekanisme, fokus pada 3 jenis saham dan hold 1-2 saham untuk tetap dipegang dalam jangka waktu satu tahun.

6. Amati karakteristik bursa saham
Bursa saham biasanya cenderung memiliki rotasi karakteristik yang sifatnya tetap tiap tahunnya. Misalnya, saham-saham biasanya cenderung menguat dan naik pada bulan April dan Mei sebagai langkah antisipasi publikasi laporan keuangan dan pembagian deviden (sell). Sebaliknya, pada bulan September-Oktober, biasanya kecenderungan turun karena sepi, tidak ada berita dan aktivitas (buy). Sementara pada akhir tahun ada kecenderungan naik lagi, sebagai antisipasi window dressing dan menyambut January effect (sell). Pada bulan Februari-Maret, biasanya terjadi koreksi pasca window dressing dan January effect (buy). Begitu seterusnya.

Dari tips dan triks di atas, tentu saja ada hal lain yang tidak bisa diantisipasi oleh kita semua saat bermain saham seperti yang saya sebutkan di atas yakni faktor luck. Untuk itu, kuncinya adalah tetaplah minta bimbingan Tuhan, agar Anda senantiasa beruntung. Dan jangan lupa, jika gain dan untung besar, sisihkan sebagian keuntungan Anda pada orang-orang yang membutuhkannya agar keberuntungan senantiasa menaungi langkah Anda.

Friday, May 28, 2010

Menata Manajemen Keuangan

Uang menjadi semacam catatan angka untuk mengukur sukses. Kita mencapai siatu titik, dimana uang tidak lagi menjadi motivator, kecuali kalau uang dalam jumlah yang cukup untuk mengubah gaya hidup kita. Tapi anehnya banyak dari kita yang berpenghasilan cukup tinggi tiap bulannya tapi selalu merasa kesulitan uang.

Apa saja penyebab hingga orang-orang yang berpenghasilan tinggi itu selalu merasa kesulitan uang? Jawabannya adalah menejemen keuangan yang buruk. Jadi, sebanyak apa pun uang yang Anda hasilkan tak akan mampu menopang hidup Anda hingga di titik yang benar-benar aman jika Anda tidak menguasai menejemen keuangan. Uang tanpa menejemen hanya akan menghantar Anda menjadi orang gagal berpenghasilan tinggi.



Venita Van Caspel, seorang penasehat keuangan terkenal dari Amerika Serikat, dalam bukunya yang berjudul Money Dynamics for the New Economy, mengatakan bahwa setelah mengadakan penelitian tentang penyebab kegagalan dalam hal keuangan, dia menemukan enam sebab. Apakah keenam sebab yang menyebabkan seseorang selalu kesulitan dalam hal keuangan? Ini dia akar masalahnya.


  1. Kebiasaan menunda-nunda.
    Biasanya kebiasaan ini berasal dari kebiasaan yang dikembangkan sejak kecil. Dia menegaskan, "Jangan menunda-nunda masa depan keuangan Anda, lakukanlah sekarang juga."

  2. Tidak adanya tujuan.
    Perbedaan antara orang yang sukses dengan yang gagal, ialah bahwa mereka tahu kemana akan pergi. "Setiap orang memiliki tujuan. Apabila ada sesuatu yang menyimpang dari tujuan atau tidak berjalan seperti yang direncanakan, mereka cepat-cepat kembali ke arah menuju tujuan mereka," tulisnya.

  3. Tidak tahu uang itu harus diapakan untuk mencapai tujuan keuangan mereka.
    Van Caspel menyalahkan sistem pendidikan yang memusatkan perhatian pada pengajaran tentang keterampilan bekerja, tetapi kurang mengajarkan menejemen keuangan. Maka apabila Anda tidak tahu bagaimana mengelola uang, Anda harus belajar. Dr. Norman Vincent Peale mengatakan, "Jika Anda tidak mengatur uang Anda, maka uang itu akan mengatur Anda."

  4. Tidak menerapkan hukum pajak.
    Pelajarilah aturan permainan uang dan pajak. Anda harus memainkan permainan yang serius untuk kelangsungan hidup keuangan Anda.

  5. Salah memilih jenis asuransi
    Salah dalam memilih jenis asuransi hanya akan membuatmu seperti menghamburkan uang tanpa menerima imbalan apapun.

  6. Tidak memiliki mentalitas pemenang.
    Orang tidak berhasil mengembangkan kemandirian dalam hal keuangan, karena mereka tidak berhasil mengembangkan mentalitas pemenang. "Garis pemisah antara kesuksesan dan kegagalan sering sempit sekali. Garis itu dapat diseberangi, apabila keinginan dapat dibangkitkan, apabila bimbingan yang kompeten tersedia, serta apabila diberi dorongan dan rangsangan. Ada banyak bagian vital dalam psikologi kemenangan, tetapi yang paling penting untuk kemandirian dalam hal keuangan ialah sikap, usaha, tidak berprasangka, ketekunan, antusiasme, kemampuan untuk mengambil keputusan, dan disiplin diri."


*****



Gambar diambil dari sini

Template by - Abdul Munir - 2008