Monday, February 6, 2012

Pengertian, manfaat, Prinsip dan Sikap dasar PERT

Pengertian
Mengelola Ekonomi Rumah Tangga (ERT) adalah tindakan untuk merencanakan, melaksanakan, memonitor, mengevaluasi dan mengendalikan perolehan dan penggunaan sumber-sumber ekonomi keluarga khususnya keuangan agar tercapai tingkat pemenuhan kebutuhan secara optimum, memastikan adanya stabilitas dan pertumbuhan ekonomi keluarga.

Manfaat
Pengelolaan Ekonomi Rumah Tangga (PERT) bertujuan untuk mendayagunakan kesadaran, sikap, perilaku dan kemampuan anggota keluarga serta menggerakkan potensi ekonomi keluarga guna memastikan adanya:

  • Pemenuhan kebutuhan ekonomi anggota keluarga secara optimum.

  • Stabilitas kehidupan ekonomi keluarga.

  • Pertumbuhan ekonomi keluarga.


Prinsip Pengelolaan ERT
Prinsip pengelolaan ekonomi rumah tangga adalah adanya upaya untuk meningkatkan pendapatan dan pengendalian tingkat pengeluaran dalam memenuhi kebutuhan anggota keluarga agar terdapat surplus secara continue diakumulasikan menjadi kekayaan yang semakin besar.

Sikap dasar yang diperlukan

  1. Kesadaran dan motivasi yang kuat dari semua anggota keluarga untuk mencapai pertumbuhan dan kehidupan ekonomi yang baik.

  2. Menggerakkan seluruh kemampuan dan potensi ekonomi keluarga guna mencapai tingkat pendapatan yang lebih tinggi.

  3. Adanya keterbukaan, kejujuran, disiplin serta kerja sama semua anggota keluarga.

  4. Adanya pengendalian berupa perencanaan ekonomi rumah tangga dan pelaksanannya sehari-hari secara taat dan disiplin.

  5. Adanya susunan prioritas kebutuhan dan alokasi sumber ekonomi keluarga yang didasarkan atas tingkat kemendesakkan kebutuhan dan bukan sekedar keinginan.


UNSUR-UNSUR PERT
Dalam mengelola ekonomi rumah tangga, diperlukan unsur-unsur penting, yaitu sebagai berikut: Pendapatan keluarga, rencana pengeluaran, catatan realisasi pendapatan dan pengeluaran, pandangan dan sikap yang tepat tentang tabungan, dan musyawarah keluarga (suami, istri dan anak-anak).

Pendapatan keluarga
Tidak mudah menghitung pendapatan apalagi bagi keluarga yang tidak mempunyai pendapatan yang tetap seperti misalnya petani. Apalagi pendapatan itu acapkali dalam satuan waktu panen, berupa hasil pertanian yang harganya berubah-ubah. Dalam hal seperti ini perhitungannya harus disesuaikan dengan nilai rupiah secara bulanan.

Menghitung pendapatan keluarga artinya: menjumlah semua penghasilan yang diperoleh oleh semua anggota keluarga dari berbagai jenis sumber. Kesulitan timbul bilamana tidak semua anggota keluarga menyetorkan penghasilannya kepada seorang pengelola, biasanya istri/ibu rumah tangga. Istilahnya 'uang laki-laki' adalah bagian atau jenis penghasilan suami yang tidak disetor atau jenis penghasilan suami yang tidak disetor kepada istri dan tentunya tidak tercatat.

Rencana pengeluaran
Seorang istri membelanjakkan penghasilan umumnya dengan 'naluri' atau 'perhitungan di luar kepala'. Praktek yang dapat terjadi adalah tanpa perhitungan sehingga tekor dan terpaksa diatasi dengan mencari utangan atau, gali lobang tutup lobang. Langkah pertama perencanaan anggaran belanja adalah menyusun berbagai jenis kebutuhan keluarga dalam urutan prioritas, yaitu sebagai berikut:
1. Kebutuhan yang mutlak
  • Makan

  • Pakaian

  • Perumahan

  • Kesehatan

  • Pendidikan

  • Transport


2. Kebutuhan yang penting
  • Pembayaran utang/angsuran kredit

  • Olahraga, hiburan dn rekreasi keluarga

  • Hajat, sumbangan/undangan, gotong royong, arisan, pajak

  • Zakat, fitrah, sodakoh, sumbangan amal


3. Kebutuhan yang perlu
  • Peningkatan mutu dari berbagai kebutuhan yang mutlak dan yang penting.


4. Kebutuhan yang kurang perlu
  • Pengeluaran untuk kesenangan, hobi (rokok, minuman) atau pembelian barang dan jasa yang tidak terlalu diperlukan.


Kemudian, jumlah penghasilan keluarga dialokasikan menurut golongan dan urutan prioritasnya, tentu saja setelah dikurangi dengan tabungan yang secara disiplin disisihkan terlebih dahulu.

Pencatatan dan monitoring
Tidak ada manfaatnya menyusun rencana kalau tidak secara disiplin dilaksanakan. Bila seorang ibu pergi ke pasar untuk masak sayur asem, maka dia telah ingat betul apa yang harus dibeli untuk keperluan itu. Namun jika tidak disiplin sampai di depan pasar ia melihat orang jual sandal yang bagus, uang belanja dibelikan sandal dan bahan sayur asem tidak terbeli lagi, sedangkan sandal tidak dapat dibuat menjadi sayur asem.

Disiplin melaksanakan rencana dan mencatat sama saja dengan memonitor upaya mencapai tujuan. Berbagai penyimpangan dapat saja terpaksa dilakukan karena keadaan yang berubah atau rencana yang kurang cocok. Namun, kalau terlalu jauh, sama saja dengan tidak ada rencana. Mencatat dan memonitor dimaksudkan untuk memperoleh data guna melakukan evaluasi, apakah suatu rencana dapat dilaksanakan; apa penyimpangannya; seberapa jauh; mengapa bisa terjadi; dan bagaimana memperabaikinya.

Menabung
Menabung bukanlah semata perkara penyimpanan uang atau benda ekonomi lain yang dapat disimpan untuk penggunaan kemudian. Ada dasar sikap dan perilaku manusia dibaliknya. Banyak orang menganggap, hanya mereka yang memiliki penghasilan besar dapat menabung. Orang miskin tidak mungkin menabung, karena untuk memenuhi kebutuhan pokok saja tidak cukup. Pandangan itu terlalu matematis. Disamping itu tidak benar dan juga menyesatkan karena akan membelenggu mereka yang miskin tetap berada dalam kemiskinan secara permanen.

Pandangan yang keliru tentang menabung
Sikap dasar yang salah bertolak dari anggapan orang menabung dari sisa pendapatan setelah digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan keluarga. Sementara orang tidak dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan tanpa batas. Akibatnya mereka yang berpenghasilan kecil tidak dapat menabung. Dalam kenyataannya mereka yang berpenghasilan cukup besar, tetap tidak dapat menabung, ini disebabkan karena setiap peningkatan pendapatan akan merangsang timbulnya kebutuhan baru atau peningkatan kualitas yang sebelumnya tidak dapat dipenuhi. Dengan begitu kebutuhan akan selalu lebih besar dari pada penghasilan yang diperoleh.

Pandangan yang benar tentang menabung
Sebenarnya menabung merupakan kunci untuk memperbaiki kehidupan ekonomi; lebih merupakan gejala sikap, perilaku dan disiplin manusia. Menanamkan kebiasaan menabung merupakan upaya strategis mengatasi kemiskinan. Oleh karena itu, semestinya menabung menjadi sikap dan perilaku untuk menyisihkan secara sadar dan terus menerus bagian dari setiap penerimaan pendapatan.

Dengan begitu pengelolaan pendapatan keluarga akan memiliki dampak pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan semakin besarnya akumulasi surplus keluarga. Dan orang kecil pun dapat menabung!

Menabung dapat dilihat dari dua sisi kehidupan keluarga. Satu sisi adalah menyisihkan bagian dari penerimaan pendapatan, sisi lain adalah penghematan dari setiap sen pengeluaran. Dengan demikian setiap keluarga dapat menabung dari dua gejala dasar ekonomi keluarga yaitu "penyisihan dari penerimaan" dan "penghematan dari pengeluaran".

Musyawarahkeluarga
Sangat jarang keluarga memiliki tradisi musyawarah, apalagi yang didayahgunakan untuk tujuan ekonomi. Musyawarah keluarga, dilakukan tidak hanya antara suami dan istri, tetapi juga anak-anak yang telah dapat mengerti. Bila dalam satu keluarga besar ada orang tua atau saudara yang menjadi tanggungan, mereka perlu diikut sertakan dalam musyawarah. Musyawarah terutama bertujuan untuk menyusun rencana keuangan bulan berikutnya dan mengevaluasi pelaksanaan rencana anggaran bulan sebelumnya, memperbaiki kesalahan dan memecahkan masalah-masalah yang timbul dalam kehidupan ekonomi keluarga.

****



Sumber: dikutip dari Modul Pengelolaan Ekonomi Rumah Tangga, PNPM MP.

Monday, December 26, 2011

Panic Selling dan Langkah Menghadapinya

Ada kalanya para investor saham melakukan transaksi besar-besaran karena dipicu oleh ketakutan tertentu seperti misalnya ketakukan akan terjadinya krisis keuangan dan ekonomi. Transaksi besar-besaran yang dilakukan oleh para investor inilah yang kemudian membuat harga saham menjadi merosot tajam. Situasi inilah yang kemudian oleh beberapa pihak disebut sebagai panic selling.

Lantas apakah panic selling itu? panic selling diartikan sebagai tindakan dari investor secara bersama-sama yang membuat harga saham secara keseluruhan merosot tajam, seperti misalnya aktivitas transaksi penjualan saham secara besar-besaran dalam satu hari. Biasanya penurunan harga saham mencapai diatas 9 % (menurut ukuran pasar Amerika Serikat) dan lebih.

Aktivitas panic selling biasanya dipicu oleh beberapa sebab, yang tak jarang dikarenakan oleh faktor-faktor yang sebenarnya hanya bersifat isu yang tak jelas juntrungannya. Stephen Vines, mengelompokkan aktiitas panic selling dibagi menjadi empat kelompok, yakni:


  1. phoney panics, yaitu kepanikan yang terjadi karena persoalan sederhana. Investor menerima suatu informasi yang tak jelas sumber dan kebenarnya, lantas tanpa terlebih dahulu mengecek kebenaran beritanya langsung melakukan aktivitas penjualan secara besar-besaran. Keadaan panik ini pada kenyataannya tidak ada hubungannya dengan fundamental perusahaan atau harga intrinsic saham yang bersangkutan. Investor menjual sahamnya secara besar-besaran hanya berdasarkan isu dan ikut-ikutan tertular tindakan orang lain.

  2. end-of-cycle panics, yaitu kepanikan yang ditimbulkan sendiri oleh investor. Investor merasa ketinggalan atas kepanikan yang terjadi dan merasa harus menjual karena ketakutan tidak bisa lagi menjual pada keesokan harinya. . biasanya yang memicu kepanikan ini adalah karena harga yang sudah terlalu tinggi (bubble) dan semua telah melakukan penjualan sementara investor belum melakukannya. Bahkan, kepanikan terjadi karena aktifitas operasi pasar yang dilakukan mengakibatkan investor ketakutan dan menjual sahamnya.

  3. contagious panics, yakni panik yang menular. Kepanikan ini disebabkan oleh kepanikan yang terjadi akibat penularan dari kepanikan investor yang lain. Yang memicu para investor melakukan penjualan besar-besaran karena kepanikan menular ini adalah biasanya karena investor melihat dari pasar di Negara atau wilayah lain yang juga melakukan hal yang sama tersebab ketakutan mereka pada krisis keuangan yang terjadi padasebuah Negara dan takut krisis tersebut pada akhirnya akan merembet ke Negara investor yang bersangkutan. Contoh yang paling nyata saat ini adalah krisis keuangan yang terjadi di Yunani dn merembet ke Italia, yang kemungkinan akan merembet juga ke Indonesia. Akibatnya, investor merasa perlu untuk menjual dulu sahamnya daripada tidak bisa lagi menjualnya pada kesempatan berikut.

  4. real panics, atai kepanikan nyata yang merupakan kepanikan atas kejadian yang sebenarnya. Contohnya adalah kepanikan yang terjadi di pasar Yunani. Kepanikan pada masyarakat Yunani dan menjual saham merupakan panik nyata karena adanya informasi factual di mana harga akan merosot. Tetapi, investor saham yang di Indonesia yang menjual saham disebabkan karena kejadian di Yunani disebut sebagai kepanikan menular.


Cara Menghadapi Panic Selling
Dalam situasi panic selling, investor tidak boleh bertindak sembrono dan harus memperhatikan posisinya. Investor dalam posisi memiliki posisi, yakni memiliki saham yang harganya cukup tinggi sekitar level 400. Investor tidak bisa berdiam diri saja kecuali investor mempunyai keyakinan besar bahwa harga saham atau pasar akan terkerek naik kembali pada sesi berikutnya.

Untuk dapat melakukan tindakan tersebut, investor harus dalam posisi berhubungan dengan dealer saham perusahaan sekuritas dan memperhatikan pergerakan harga saham melalui monitor. Bila investor telah menyampaikan harga jual namun saham tak juga terjual, investor harus menurunkan harga jual 2 poin dari harga sebelumnya agar bisa terjual.

Tindakan melipat gandakan penurunan harga didasarkan pada keyakinan bahwa harga akan merosot tajam. Sebaiknya tindakan penjualan saham harus dilakukan pada sesi pagi, karena penurunan masih sedikit. Bila melakukan penjualan pada sesi siang, kemungkinan besar investor harus menjual sahamnya dengan harga yang lebih murah.

Tetapi, bila investor sedang dalam posisi tidakmemiliki saham tetapi sedang mempunyai dana tunai, investor harus melakukan penghitungan atau menentukan waktu yang tepat untuk memasuki pasar dan membeli saham yang diinginkan. Investor sudah harus yakin benar bahwa ketika investor membeli, pasar sudah akan berbalik arah mengalami kenaikan.

Pada umumnya, pasar yang turun satu hari dan langsung mengalami kenaikan pada hari berikutnya mempunyai kemungkinan yang lebih besar dari aktivitas lainnya. Oleh karena itu investor harus langsung membeli saham tersebut bila sudah mengalami penurunan tajam. Bila pasar sudah drop di atas 10%, sebaiknya investor membeli saham tersebut untuk menikmati keuntungan akan kenaikan harga saham tersebut.

Bila sudah naik, investor juga tidak boleh diam, tapi turut mentransaksikan saham tersebut. Bila harga juga sudah naik melebihi 5% setelah dua-tiga hari, sebaiknya investor menjual dan kembali menunggu untuk membeli kembali saham tersebut. Tetapi bila investor sudah melihat harga saham atau pasar sudah stabil kembali, investor jangan menjual saham bersangkutan, tetapi menyimpan saham tersebut untuk jangka yang lebih lama lagi. Keuntungan yang dinikmati investor akan lebih besar dan bila dibandingkan dengan investasi yang lain akan jauh lebih baik karena investor memperolehnya dalam waktu yang relative pendek.

Sunday, June 19, 2011

Prospek Bisnis Kulit Ikan Pari

Siapa yang tak kenal ikan pari yang mampu mempesona pengunjung Sea Word di kawasan Ancol? Ekor berdurinya yang panjang, menjadikan ikan pari digemari nelayan. Kulit badannya yang pipih—bak layang-layang—yang bertotol halus, ternyata juga bisa mempesona alias mendatangkan rejeki bagi orang yang jeli. Kulit ini dimanfaatkan jadi barang kerajinan. Mungkin belum banyak yang tahu, kulit ikan pari yang selama ini disia-siakan sebagai sampah, bahkan sering dianggap beracun, bisa disulap jadi dompet, tas, sabuk dan tali jam tangan plus aksesoris lain.

Memang tak mudah mengolah kulit ikan pari jadi barang kerajinan. Perlakuan untuknya tak bisa disamakan dengan kulit sapi atau kulit domba. Karena tekstur serat binatang yang satu ini lain dengan mamalia yang biasanya membujur, satu-satu. Sedangkan kulit ikan pari, teranyam dan amat padat. Struktur semacam ini membuat kulit ikan pari kuat luar biasa, sekitar dua setengah kali kekuatan kulit sapi. Sayangnya selama ini belum ada teknologi yang memadai untuk mengolah kulit ikan unik ini.

Namun, inilah justru kelebihan dari kulit ikan pari. Karena dibalik kesukaran pengolahannya, kualitas ketahanan kulit ini sangat tinggi. Kulit ikan pari terkenal anti goresan, bahkan juga anti peluru. Hingga wajarlah kalau di Jepang biasa dipakai sebagai pelapis tameng para samurai atau pelapis jaket anti peluru.

Kulit ikan pari memang sangat keras. Lapisan terluarnya mirip bintik-bintik kristal untuk melindungi tubuh sang ikan. Tekstur inilah yang biasa dimanfaatkan untuk menambah nilai eksotis produk. Ikan pari biasanya punya bintik besar berdekatan di daerah punggung. Bintik ini lebih besar dari bintik yang lain. Kalau sudah dalam barang jadi, kedua bintik inilah yang jadi mascot penggaet perhatian konsumen, dan membuat motif jadi lebih menarik.

Dari enam spesies ikan pari, selama ini hanya ada dua jenis yang lazim diolah kulitnya, yakni Trygon Sephen dan Trygon Kuhlii atau biasa dipanggil Pari Kampret dan Pari Duri. Ikan pari duri kulitnya paling istimewa, bintik besarnya tidak hanya dua, tapi banyak dan memanjang. Hingga bisa diolah menjadi sabuk dengan motif yang sangat indah.

Cara Pengolahan Kulit Ikan Pari
Sayangnya, cara pengolahan kulit ikan pari memang terkesan rumit. Prosesnya bisa dimulai dengan memisahkan kulit dari daging. Setelah ikan di cuci dan dipotong ekornya, dibuat sayatan 1-2 cm mengikuti sisik sepanjang punggung. Setelah terpisah dari dagingnya, kulit harus diawetkan dengan penggaraman.

Proses penggaraman dialakukan dengan mencuci ikan pari dengan air garam dan menaburkan garam di atas kulit sembari dikeringkan. Seluruh proses ini paling lama dilakukan satu bulan. Dilanjutkan dengan pengapuran, pembuangan kapur, pemberian enzim, pengasaman, penyamakan, penetralan, penyamakan ulang dan peminyakan. Selanjutnya, kulit yang sudah setengah jadi ini ditaburi zat kimia khusus. Polesan terakhir, dilakukan pewarnaan dengan zat pewarna khas yang bisa menyerap pada sisik padatnya. Sampai proses ini, kulit pari siap dijual sebagai kulit mentah atau dijadikan bahan baku barang kerajinan.

Proses Pengolahan Kulit Ikan Pari Jadi Barang Kerajinan
Dalam proses pembuatan dompet, biasanya dibutuhkan satu lembar kulit pari ukuran kecil. Sedangkan untuk pembuatan tas, diperlukan dua sampai tiga lembar kulit. Untuk pembuatan sabuk diperlukan empat lembar kulit, yang mata di sepanjang kulitnya harus disambung secara lurus. Potongan kulit ikan pari yang tidak terpakai pun, masih bisa dimanfaatkan sebagai barang kerajinan lain, semisal tempat korek api, gelang jam, tempat handphone, gantungan kunci dan hiasan penutup kotak.

Hal yang paling sulit dilakukan pada proses ini adalah sewaktu penjahitan, karena sisiknya harus dihilangkan supaya kulit bisa dijahit dan tidak membuat jarum patah. Bahan baku yang digunakan pun harus dihitung dengan cermat dan teliti agar tidak banyak bahan yang terbuang percuma.

Kerumitan proses produksi dari mulai pengulitan sampai menjelma barang jadi ini, tak ayal memerlukan waktu satu setengah bulan. Kerumitan ini pula yang menjadikan perajinnya belum banyak. Namun begitu, dengan sedikit ketekunan dan kesabaran, potensi pasar yang sangat besar telah siap menanti.

Analisa Margin Keuntungan
Analisa margin bisnis ini cukup menjanjikan. Dengan pembelian bahan baku, ditambah biaya pemrosesan kulit sekitar dua kali harga bahan baku, dan proses pengerjaan dengan biaya 20% dari biaya produksi, margin keuntungannya tetap menggiurkan.

Apalagi selain untuk diekspor ke beberapa Negara yang menyukai kerajinan berbahan kulit ikan pari seperti Korea, Jepang, Amerika, Australia dan juga beberapa Negara Eropa, produk yang satu ini juga sangat laku dan jadi favorit di beberapa swalayan di Jakarta, beberapa galeri kerajinan di Bali, dan juga beberapa pasar local lain.

Dengan system penjualan kontan atau konsinyasi, harga sebuah dompet kulit pari bisa mencapai Rp. 200.000. Adapun harga tas berkisar antara Rp. 350 hingga Rp. 500.000. Harga yang cukup bergengsi bukan? Dan tentu sebuah potensi besar terutama bagi nelayan tropis seperti Indonesia. Apalagi menurut data Ditjen Perikanan Departemen Pertanian, kendati tiap tahun ditangkap 20.253 ton ikan pari, habitatnya belum terganggu hingga belum perlu dilindungi. Anda tertarik untuk menggeluti bisnis yang menawarkan keuntungan menggiurkan ini?

Template by - Abdul Munir - 2008