Blog Archive
Labels
- Bisnis Musiman (1)
- Ebook Gratis (2)
- Financial Security (7)
- Ilmu Manajemen (7)
- Investasi (5)
- Kartu Kredit (1)
- Kiat Sukses (18)
- Membuka Usaha Baru (7)
- Memulai Bisnis Baru (9)
- Motivasi (10)
- Panic Selling (1)
- Pasar Modal (3)
- Saham (2)
- Tips and Triks (17)
Thursday, March 24, 2016
10 Kiat Sukses Membuka Usaha Baru
Posted by
Novita Anggraeni
at
1:26 PM
0
comments
Labels: Ilmu Manajemen, Kiat Sukses, Membuka Usaha Baru, Memulai Bisnis Baru, Motivasi, Tips and Triks
Saturday, February 6, 2016
Cara Memilih Investasi yang Aman Bagi Orang Awam
- Pertumbuhan dan peningkatan dari nilai investasi itu sendiri. Jika dalam kurun waktu tertentu nilainya menjadi semakin baik maka investasi itu menguntungkan karena memiliki pertumbuhan yang baik;
- Disamping dilihat dari pertumbuhannya, kenali juga soal return dari investasi tersebut. Return merupakan imbalan atas keberanian investor menanggung risiko atas investasi yang dilakukan, atau dengan bahasa sederhana disebut juga dengan pengembalian tunai dari investasi (memberikan keuntungan perbulan);
- Dan yang terakhir adalah Resiko, yakni kemungkinan kerugian investasi (kalo rugi, investasi/uang Anda bisa lenyap sebagian atau seluruhnya).
Posted by
Novita Anggraeni
at
11:08 PM
1 comments
Labels: Investasi, Kiat Sukses, Pasar Modal, Tips and Triks
Monday, January 27, 2014
Cara Mengubah Benci Hari Senin Jadi Cinta
Keluhan serupa juga dilontarkan banyak pekerja lainnya, saat menghadapi hari Senin. Sindrom benci hari Senin memang bukan isapan jempol. Itu terbukti dari sejumlah survei yang membenarkan soal itu. Bahkan, British Medical Journal menyebut, serangan jantung meningkat 20 persen pada hari Senin.
Tak cuma itu, keluhan kesehatan seperti stres, migrain, gelisah, dan gangguan pencernaan juga meningkat. Kalau sudah begini, pihak merugi tentu saja perusahaan. Survei melaporkan, perusahaan
bisa rugi ratusan juta per tahun gara-gara karyawannya mengalami sindrom Monday Blues.
Motivator di bidang happinest Arvan Pradiansyah menilai, benci hari Senin sebenarnya hanya persoalan paradigma. Karena itu, sudah saatnya para pekerja mengubah cara pandang mereka dalam melihat sebuah pekerjaan.
“Kalau setiap karyawan hanya melihat pekerjaan hanya sebagai job, itu artinya dia bekerja hanya menjalankan mimpi orang lain. Maka dia akan cepat bosan. Beda jika dia melihat pekerjaan sebagai karier,” kata Arvan.
Dengan memandang pekerjaan sebagai karier, para karyawan akan merasa menjalankan pekerjaan untuk menggapai mimpi-mimpinya. Namun pada tingkatan ini, jaminan kebahagian belum tentu terpenuhi. Banyak orang dengan karier bagus tapi tidak bahagia. Karena itu, kita perlu meningkatkan
Pandangan kita dari karier menjadi calling. “Kalau sudah memandang pekerjaan sebagai panggilan jiwa, maka orang itu akan terus berbahagia menjalani tugas-tugasnya,” katanya.
Jika pandangan Anda sudah benar-benar berubah, tidak akan ada hari Senin yang penuh kemalasan. Kalimat I Hate Monday bakal berubah menjadi I Really Love Monday!
Posted by
Novita Anggraeni
at
1:18 AM
0
comments
Labels: Motivasi, Tips and Triks
Wednesday, June 12, 2013
Kiat-kiat Untuk Memulai Dan Mengembangkan Usaha
- Harga jual = harga pokok produksi + keuntungan yang diinginkan
- Harga pokok produksi = biaya operasional yang dikeluarkan per periode dibagi jumlah produk yang dapat dijual per periode.
Posted by
Novita Anggraeni
at
12:30 PM
2
comments
Labels: Kiat Sukses, Membuka Usaha Baru, Memulai Bisnis Baru, Motivasi, Tips and Triks
Saturday, May 18, 2013
Tips Mencegah Kejahatan Kartu Kredit dengan Modus CNP
Nah,setelah mengetahui definisi kejahatan kartu kredit dengan modus CNP ini, lantas apa saja tips-tips yang harus dilakukan agar transaksi Anda melalui situs e-commerce aman dan tidak menjadi sasaran kejahatan orang-orang yang memanfaatkan beberapa cela yang ada di situs e-commerce. Ini dia tips-tips Mencegah Kejahatan Kartu Kredit dengan Modus CNP:
- Transaksi di website e-commerce yang memiliki sistem 3D secure transaction, biasanya berbentuk perintah berupa verified by visa atau master code.
- Usahakan transaksi e-commerce di situs belanja lokal. Sebab, mayoritas kasus CNP terjadi saat bertransaksi di situs belanja asing.
- Mengecek ke call center apabila ada penawaran yang mencurigakan.
- Segera lapor ke bank penerbit kartu kredit setelah melakukan transaksi online di website asing yang tidak menerapkan sistem 3D secure transaction.
Posted by
Novita Anggraeni
at
11:05 AM
1 comments
Labels: Financial Security, Kartu Kredit, Tips and Triks
Thursday, September 13, 2012
Siapapun Bisa Menjadi Kaya
Artikel yang sebentar lagi akan Anda baca ini merupakan artikel dari koran Kompas yang ditulis oleh Taufik
Gumulya. Tapi karena menurut Kunci Finansial sangat berguna untuk dibaca, maka kami memutuskan untuk ikut share di sini.
Oh iya, aslinya artikel ini terdiri dari 2 bagian yang masing-masing artikel berjudul: Siapapun Bisa Menjadi Kaya (1) dan Siapapun Bisa Menjadi Kaya (2) Tapi di sini, akan sekalian dipadatkan jadi satu artikel saja. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.
KOMPAS.com - Pembaca Kompas.com yang bijak, Lebaran baru saja berlalu, pengeluaran uang dalam jumlah yang besar telah dilakukan. Setelah Lebaran usai, kini saatnya anda melakukan akumulasi kekayaan dengan tujuan agar pertumbuhan aset maksimal atau dengan bahasa sederhana kita membuat diri kita menjadi kaya! Anda mau?
Nah artikel berikut ini merupakan salah satu cara yang dapat anda lakukan agar bisa menjadi lebih kaya secara finansial. Paparan ini jika dilakukan dengan disiplin akan membuat diri anda berpotensi besar menjadi kaya. Ini berlaku bagi siapa saja tanpa memandang besarnya penghasilan perbulannya.
Sekali lagi yang terpenting anda mampu untuk melakukannya secara disiplin terhadap penghasilan anda setiap bulannya, jika tidak disiplin maka dapat dipastikan paparan ini tidak ada manfaatnya bagi pertumbuhan aset anda. Namun bagi anda yang mampu untuk disiplin secara konsisten maka potensi peningkatan aset keuangan anda sangat besar, marilah kita mulai secara bertahap.
Tahap 1 – Difinisi Kaya
Setiap orang memiliki difinisi yang berbeda terhadap ‘Kaya’, namun kami membatasinya dalam memandang kekayaan secara finansial saja, jadi di luar itu kami tidak membahasnya. Bagaimana dengan aset non finansial seperti kendaraan, rumah dan barang-barang lain?, untuk hal itu dipersilahkan untuk melakukan konversi teradap aset non finansial menjadi aset finansial (lakukan valuasi aset tersebut menjadi harga pasar wajar).
Baiklah, kita kembali kepada difinisi kaya: Kaya adalah suatu hasil pertumbuhan dari investasi yang telah dilakukan dan pertumbuhannya berhasil melampaui inflasi dari suatu negara di mana sang investor tersebut menetap.
Jadi berdasarkan penjelasan diatas maka seseorang tidak akan bertambah kaya jika dia:
- Tidak melakukan investasi;
- Melakukan investasi tetapi pertumbuhan hasilnya dibawah inflasi.
Marilah kita melakukan introspeksi secara objektif atas diri kita sendiri, sudahkah kita melakukan?:
- Investasi baik di sektor riil maupun sektor finansial?;
- Dalam melakukan investasi apakah kita sudah mengenal karakter profil resiko diri kita sendiri?, apakah kita termasuk dalam golongan konservatif, moderat atau agresif?
Demikian pembaca yang bijaksana, hal diatas adalah merupakan koridor pertama yang harus dilalui jika kita ingin merealisasikan pertumbuhan aset finansial secara signifikan. Untuk melakukannya wajib ada pengorbanan dari sisi keuangan. Pemasukan anda dibelanjakan dengan ketat demi masa depan keuangan yang lebih baik (bukankah anda ingin kaya kelak?).
Uang anda hanya untuk memenuhi kebutuhan rutin dan bukan keinginan rutin, sekali lagi bukan keinginan sehingga terjadi efisiensi minimal sebesar 10 persen dari pendapatan anda setiap bulannya. Dengan kalimat sederhana, pendapatan yang dapat digunakan hanya sebesar 90 persen.
Tahap 2 – Lakukan Investasi Bukan Spekulasi
Setelah kita sisihkan minimal 10 persen dari pendapatan maka langsung investasikan dana tersebut. Sesungguhnya ada batasan tipis antara investasi dan spekulasi, begitu tipisnya ‘benang’ ini sehingga sering kali seseorang tidak menyadari bahwa ia sedang terjerumus dalam spekulasi.
Untuk menghidarinya, berikut ini bisa dijadikan rambu atau pedoman agar kita tidak terjerumus dalam jurang ‘spekulasi’. Dalam melakukan investasi di sektor finansial seseorang wajib untuk:
ɸ Menentukan jangka waktu investasi yakni:
- Jangka pendek <=1 tahun, potensi hasil investasi rendah;
- Jangka menegah 1 <= 3 tahun, potensi hasil investasi sedang;
- Jangka panjang > 3 tahun, potensi hasil investasi tinggi.
Sebagai catatan penting:
- Potensi hasil investasi bukan merupakan jaminan, maksudnya adalah hasil investasi dapat berada diatas ataupun dibawah dari hasil yang direncanakan;
- Investasi bisa mengalami pertumbuhan yang besar, sedang maupun kecil bahkan tidak mustahil dapat mengalami kerugian, investasi sangat berhubungan dengan resiko. Nah untuk mengeliminir resiko kerugian maka penentuan jangka waktu investasi menjadi sangat wajib;
- Jika ada investasi yang menjanjikan tingkat imbal hasil secara fix atau tetap maka berhati-hatilah, biasanya iming-iming pengembalian yang sangat luar biasa besar setiap bulannya (agar menarik calon investor). Untuk diketahui bahwa investasi dimanapun tidak bisa menjanjikan tingkat pengembalian yang tetap, mengapa?, karena investasi berkorelasi langsung dengan resiko. Jadi semakin besar potensi tingkat pengembalian maka semakin besar pula potensi resikonya. Berdasarkan data biasanya investasi yang seperti ini dapat dengan cepat menggerus modal anda hingga habis, ludes.
ɸ Alokasikan uang anda pada kendaraan yang tepat
Berbicara investasi di sektor finansial maka berdasarkan hasil riset secara empiris bahwa alokasi aset memegang peranan terbesar (sekitar 90 persen) dalam hal pertumbuhan hasil investasi, sisanya adalah rumor (kabar angin) dan momentum (saat masuk dan keluar investasi), nah kalau hasil riset investasi di sektor finansial sudah membuktikan demikian maka saatnya kita memilih kendaraan yang tepat untuk investasi kita.
Kami merekomendasikan sebagai pemula sebaiknya alokasikan investasi anda di intrumen Reksa Dana, mengapa demikian?, karena kendaraan investasi reksa dana memiliki ‘supir yang berlisensi’, ya bagaikan supir kendaraan ia memiliki ijin atau lisensi dari Bapepam sehingga kendaraan tersebut relatif aman, asalkan kita tepat memilih kendaraan tersebut, nah bagaimana caranya?
Berikut adalah tahapan yang kami ilustrasikan untuk seorang investor reksa dana pemula:
- Jangka waktu;
- Target pertumbuhan minimal yang ingin dicapai.
- Ingin memberikan warisan kepada anaknya ketika kelak berusia 25 tahun sebesar minimal Rp 800 juta, usia anak saat ini 2 tahun;
- Ingin memiliki modal usaha sebesar Rp 450 juta, 10 tahun dari sekarang.
- • Perhitungan investasi yang harus dilakukan setiap bulannya agar kebutuhan No. 1 dan No. 2 dapat tercapai, adalah sebesar:
- Rp 132.000 selama 23 tahun agar tersedia dana sebasar Rp 800 juta;
- Rp 1.250.000 selama 10 tahun agar tersedia dana sebesar Rp 450 juta;
- Jadi total dana yang harus di investasikan pada reksa dana setiap bulan dalah sebesar Rp 1.382.000.
- IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) dengan RDS;
- Indeks Obligasi Pemerintah dengan RDPT;
- Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan RDPU
Posted by
Novita Anggraeni
at
1:55 AM
1 comments
Labels: Financial Security, Ilmu Manajemen, Investasi, Kiat Sukses, Tips and Triks
Thursday, August 30, 2012
Langkah-langkah Sebelum Berinvestasi Emas
- Emas adalah jenis investasi jangka panjang, apalagi jika emas yang Anda simpan sudah dalam bentuk perhiasan. Karena emas dalam bentuk perhiasan harganya sudah termasuk ongkos pembuatan ketika emas tersebut diolah menjadi perhiasan. Dan biasanya, ketika Anda menjual perhiasan tersebut, pihak pembeli dalam hal ini toko perhiasan biasanya hanya akan membayar harga emasnya saja dan tidak untuk ongkos pembuatannya.
- Investasi emas yang paling baik adalah investasi untuk emas yang masih batangan (belum diolah menjadi perhiasan). Dewasa ini berat emas batangan sudah sangat bervariasi, mulai dari hanya memiliki berat beberapa gram saja hingga yang mencapai berat satuan kilogram. Dan keuntungan menyimpan emas batangan ini adalah, berbeda dengan emas dalam bentuk perhiasan yang meminta biaya untuk proses pemuatannya, maka emas batangan tidak.
- Tapi jika Anda lebih menyukai jenis emas dalam bentuk perhiasan, yang sewaktu-waktu bias Anda pakai atau sekedar jadi koleksi yang bias dipandang, maka belilah emas kuning yang berkadar 24 karat dan jtanpa mahkota berlian, karena jenis perhiasan inilah yang paling dihargai tinggi oleh toko emas.
- Alternatif lain yang bisa Anda simpan untuk investasi adalah koin emas ONH. Jenis emas ini biasanya sangat diminati oleh mereka yang ingin atau berniat untuk melakukan ibadah haji. Jadi, kalaupun Anda sampai batal melakukan ibadah haji, maka daripada Anda menyimpannya dalam bentuk uang yang berpotensi mengalami inflasi, maka koin emas ini sangat kebal dengan inflasi.
- Bila membeli emas bukan dari P.T. Logam Mulia, pastikan bahwa emas batangan 24 karat yang dibeli memiliki sertifikat ANTAM dengan kadar 99.99% serta nomor ID di sertifikat cocok dengan nomor di emas batangannya.
- Jika Anda merasa belum begitu mengerti dengan dunia per-emas-an maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan orang yang sudah ahli dalam Investasi Emas baik yang jenis perhiasan maupun jenis batangan dan selalu ikuti perkembangan ekonomi dunia, agar Investasi Emas Batangan anda berjalan dengan lancar.
Posted by
Novita Anggraeni
at
9:20 PM
2
comments
Labels: Financial Security, Investasi, Memulai Bisnis Baru, Tips and Triks
Thursday, August 2, 2012
Realokasi Investasi
Oleh: Elvyn G. Masassya
Beberapa waktu lalu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menurunkan tingkat bunga penjaminan menjadi 5,5 persen. Angka ini bahkan di bawah tingkat bunga Sertifikat Bank Indonesia atau SBI rate yang sebesar 5,75 persen. SBI sebagai instrument investasi jelas lebih rendah resikonya dibanding deposito berjangka. Jadi, bagi investor menempatkan dana dalam bentuk SBI jadi lebih menarik ketimbang deposito berjangka (yang dijamin oleh LPS).
Lepas dari situasi tersebut, apakah Anda sebagai investor ritel tetap menempatkan dana dalam bentuk deposito berjangka ketimbang alternative instrument investasi lain? Jika tujuan Anda hanya untuk “keamanan” dana, memang deposito berjangka tidaklah keliru. Kendati demikian, dalam beberapa waktu ke depan, keadaan akan menjadi berbeda. Apa maksudnya?
Saat ini, dengan tingkat bunga deposito berjangka, yang katakanlah 5,5 persen per tahun, dan laju inflasi hanya sekitar 3,75 persen sampai 4 persen per tahun, uang Anda masih memberikan pendapatan riil. Artinya, imbal hasil bunga deposito setelah dikurangi laju inflasi masih akan positif.
Namun, saat ini pemerinitah merencanakan untuk menaikan harga BBM, yang konon akan dinaikkan sebesar Rp. L500 per liter untuk premium. Selain itu direncanakan pula kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL). Jika rencana ini benar akan direalisasikan, jelas biaya ekonomi untuk produksi dan distribusi barang-barang otomatis meningkat.
Beberapa kalangan memperkirakan, jika rencana kenaikan itu dilaksanakan, akan terjadi dorongan terhadap inflasi. Dan pada akhir tahun nanti, inflasi bisa berada di kisaran 7 persen. Nah, bayangkan jika tingkat bunga deposito tidak berubah. Maka, uang Anda yang ada dalam bentuk deposito bukannya mengalami kenaikan nilai, melainkan tergerus dan nilai riil yang tersisa dalam uang tersebut telah berkurang sebesar selisih antara tingkat bunga dan laju inflasi.
Alokasi investasi
Lantas, bagaimana baiknya? Coba pikir kembali alokasi investasi Anda. Menjadi seorang investor konservatif bukan berarti mesti menempatkan dana Anda dalam bentuk deposito berjangka. Sebab konservatif lebih berarti berhati-hati dan cenderung memitigasi resiko. Akan tetapi itu tidak berarti tidak fleksibel. Apa maksudnya?
Investasi beresiko rendah, dalam realitasnya cukup banyak. Salah satunya adalah reksa dana pendapatan tetap. Reksa dana ini isinya adalah obligasi atau surat utang, baik milik pemerintah maupun milik korporasi swasta. Benar, belakangan ini pun tingkat bunga kupon obligasi terus menerus menurun. Ini wajar meningingat Indonesia baru saja memasuki kriteria investment grade dari lembaga pemeringkat internasional. Artinya, resiko di Indonesia menjadi lebih rendah dan layak berinvestasi di Indonesia. Dus, dampaknya, kupon bunga obligasi juga menurun.
Akan tetapi reksa dana memiliki fleksibilitas untuk “mencampur” isi keranjangnya bukan sekedar obligasi pemerintah, melainkan juga obligasi korporasi. Sehingga kalau “di-blend”, returnnya bisa lebih baik ketimbang deposito berjangka.
Selain reksa dana pendapatan tetap, investasi yang tergolong konservatif moderat adalah reksa dana campuran, yang isinya adalah obligasi dan saham. Benar, saham memiliki resiko tinggi. Akan tetapi dalam situasi tingkat bunga rendah, sejatinya, perusahaan-perusahaan yang menjual saham di pasar modal juga akan memperoleh dampak berupa coast saving, di mana tingkat bunga bank yang ditanggungnya akan lebih rendah pula.
Mestinya, marjin atau keuntungan perusahaan-perusahaan tersebut akan meningkat. Di sisi lain, jika reksa dana campuran yang Anda beli dikelola oleh manajer investasi berpengalaman dan telah memiliki rekam jejak yang bagus dalam sekian tahun serta memiliki dana kelolaan yang besar, mestinya hasil investasinya juga akan bagus, termasuk reksa dana yang dikelolanya.
Properti
Apakah tidak ada alternatif lain? Ada. Deposito, misalnya, merupakan investasi jangka pendek. Paling lama adalah setahun kendati bisa diperpanjang. Lebih dari itu, investasi di deposito dalam jangka panjang adalah jika diperkirakan tingkat bunga deposito itu sendiri akan menurun, tetapi saat ini masih cukup baik. Sebaliknya, kalau tingkat bunga deposito diperkirakan akan mengalami peningkatan, sebaiknya menempatkan dana dalam jangka pendek agar nanti ketika diperpanjang bisa menikmati tingkat bunga yang sudah lebih tinggi.
Anda bisa mempertimbangkan untuk menanamkan dana Anda dalam bentuk tanah dan atau properti. Dalam situasi tingkat bunga bank rendah, permintaan terhadap properti akan meningkat. Di sisi lain, kondisi ekonomi yang sudah berkategori investment grade biasanya akan mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi. Dan ketika ekonomi bertumbuh, daya beli terhadap properti juga akan meningkat, baik untuk kebutuhan rumah maupun kantor.
Masalahnya, investasi dalam bentuk tanah dan properti bukanlah investasi jangka pendek. Anda baru akan merasakan nikmat gain kenaikan harga tanah dan properti dalam jangka yang cukup panjang. Akan tetapi, nilainya tidaklah kecil. Bisa jauh di atas tingkat bunga deposito berjangka. Dus, kalau penempatan dana Anda dalam bentuk deposito berjangka tidak dimaksudkan untuk mendapatkan bunga yang dipakai untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, ini berarti sebenarnya Anda bukan investor jangka pendek. Dan oleh karena itu, tanah serta properti mestinya layak dipertimbangkan.[sumber: Kompas, Minggu, 18 Maret 2012]
Posted by
Novita Anggraeni
at
7:39 AM
1 comments
Labels: Financial Security, Investasi, Kiat Sukses, Pasar Modal, Saham, Tips and Triks
Monday, February 6, 2012
Pengertian, manfaat, Prinsip dan Sikap dasar PERT
Pengertian
Mengelola Ekonomi Rumah Tangga (ERT) adalah tindakan untuk merencanakan, melaksanakan, memonitor, mengevaluasi dan mengendalikan perolehan dan penggunaan sumber-sumber ekonomi keluarga khususnya keuangan agar tercapai tingkat pemenuhan kebutuhan secara optimum, memastikan adanya stabilitas dan pertumbuhan ekonomi keluarga.
Manfaat
Pengelolaan Ekonomi Rumah Tangga (PERT) bertujuan untuk mendayagunakan kesadaran, sikap, perilaku dan kemampuan anggota keluarga serta menggerakkan potensi ekonomi keluarga guna memastikan adanya:
- Pemenuhan kebutuhan ekonomi anggota keluarga secara optimum.
- Stabilitas kehidupan ekonomi keluarga.
- Pertumbuhan ekonomi keluarga.
Prinsip Pengelolaan ERT
Prinsip pengelolaan ekonomi rumah tangga adalah adanya upaya untuk meningkatkan pendapatan dan pengendalian tingkat pengeluaran dalam memenuhi kebutuhan anggota keluarga agar terdapat surplus secara continue diakumulasikan menjadi kekayaan yang semakin besar.
Sikap dasar yang diperlukan
- Kesadaran dan motivasi yang kuat dari semua anggota keluarga untuk mencapai pertumbuhan dan kehidupan ekonomi yang baik.
- Menggerakkan seluruh kemampuan dan potensi ekonomi keluarga guna mencapai tingkat pendapatan yang lebih tinggi.
- Adanya keterbukaan, kejujuran, disiplin serta kerja sama semua anggota keluarga.
- Adanya pengendalian berupa perencanaan ekonomi rumah tangga dan pelaksanannya sehari-hari secara taat dan disiplin.
- Adanya susunan prioritas kebutuhan dan alokasi sumber ekonomi keluarga yang didasarkan atas tingkat kemendesakkan kebutuhan dan bukan sekedar keinginan.
UNSUR-UNSUR PERT
Dalam mengelola ekonomi rumah tangga, diperlukan unsur-unsur penting, yaitu sebagai berikut: Pendapatan keluarga, rencana pengeluaran, catatan realisasi pendapatan dan pengeluaran, pandangan dan sikap yang tepat tentang tabungan, dan musyawarah keluarga (suami, istri dan anak-anak).
Pendapatan keluarga
Tidak mudah menghitung pendapatan apalagi bagi keluarga yang tidak mempunyai pendapatan yang tetap seperti misalnya petani. Apalagi pendapatan itu acapkali dalam satuan waktu panen, berupa hasil pertanian yang harganya berubah-ubah. Dalam hal seperti ini perhitungannya harus disesuaikan dengan nilai rupiah secara bulanan.
Menghitung pendapatan keluarga artinya: menjumlah semua penghasilan yang diperoleh oleh semua anggota keluarga dari berbagai jenis sumber. Kesulitan timbul bilamana tidak semua anggota keluarga menyetorkan penghasilannya kepada seorang pengelola, biasanya istri/ibu rumah tangga. Istilahnya 'uang laki-laki' adalah bagian atau jenis penghasilan suami yang tidak disetor atau jenis penghasilan suami yang tidak disetor kepada istri dan tentunya tidak tercatat.
Rencana pengeluaran
Seorang istri membelanjakkan penghasilan umumnya dengan 'naluri' atau 'perhitungan di luar kepala'. Praktek yang dapat terjadi adalah tanpa perhitungan sehingga tekor dan terpaksa diatasi dengan mencari utangan atau, gali lobang tutup lobang. Langkah pertama perencanaan anggaran belanja adalah menyusun berbagai jenis kebutuhan keluarga dalam urutan prioritas, yaitu sebagai berikut:
1. Kebutuhan yang mutlak
- Makan
- Pakaian
- Perumahan
- Kesehatan
- Pendidikan
- Transport
2. Kebutuhan yang penting
- Pembayaran utang/angsuran kredit
- Olahraga, hiburan dn rekreasi keluarga
- Hajat, sumbangan/undangan, gotong royong, arisan, pajak
- Zakat, fitrah, sodakoh, sumbangan amal
3. Kebutuhan yang perlu
- Peningkatan mutu dari berbagai kebutuhan yang mutlak dan yang penting.
4. Kebutuhan yang kurang perlu
- Pengeluaran untuk kesenangan, hobi (rokok, minuman) atau pembelian barang dan jasa yang tidak terlalu diperlukan.
Kemudian, jumlah penghasilan keluarga dialokasikan menurut golongan dan urutan prioritasnya, tentu saja setelah dikurangi dengan tabungan yang secara disiplin disisihkan terlebih dahulu.
Pencatatan dan monitoring
Tidak ada manfaatnya menyusun rencana kalau tidak secara disiplin dilaksanakan. Bila seorang ibu pergi ke pasar untuk masak sayur asem, maka dia telah ingat betul apa yang harus dibeli untuk keperluan itu. Namun jika tidak disiplin sampai di depan pasar ia melihat orang jual sandal yang bagus, uang belanja dibelikan sandal dan bahan sayur asem tidak terbeli lagi, sedangkan sandal tidak dapat dibuat menjadi sayur asem.
Disiplin melaksanakan rencana dan mencatat sama saja dengan memonitor upaya mencapai tujuan. Berbagai penyimpangan dapat saja terpaksa dilakukan karena keadaan yang berubah atau rencana yang kurang cocok. Namun, kalau terlalu jauh, sama saja dengan tidak ada rencana. Mencatat dan memonitor dimaksudkan untuk memperoleh data guna melakukan evaluasi, apakah suatu rencana dapat dilaksanakan; apa penyimpangannya; seberapa jauh; mengapa bisa terjadi; dan bagaimana memperabaikinya.
Menabung
Menabung bukanlah semata perkara penyimpanan uang atau benda ekonomi lain yang dapat disimpan untuk penggunaan kemudian. Ada dasar sikap dan perilaku manusia dibaliknya. Banyak orang menganggap, hanya mereka yang memiliki penghasilan besar dapat menabung. Orang miskin tidak mungkin menabung, karena untuk memenuhi kebutuhan pokok saja tidak cukup. Pandangan itu terlalu matematis. Disamping itu tidak benar dan juga menyesatkan karena akan membelenggu mereka yang miskin tetap berada dalam kemiskinan secara permanen.
Pandangan yang keliru tentang menabung
Sikap dasar yang salah bertolak dari anggapan orang menabung dari sisa pendapatan setelah digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan keluarga. Sementara orang tidak dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan tanpa batas. Akibatnya mereka yang berpenghasilan kecil tidak dapat menabung. Dalam kenyataannya mereka yang berpenghasilan cukup besar, tetap tidak dapat menabung, ini disebabkan karena setiap peningkatan pendapatan akan merangsang timbulnya kebutuhan baru atau peningkatan kualitas yang sebelumnya tidak dapat dipenuhi. Dengan begitu kebutuhan akan selalu lebih besar dari pada penghasilan yang diperoleh.
Pandangan yang benar tentang menabung
Sebenarnya menabung merupakan kunci untuk memperbaiki kehidupan ekonomi; lebih merupakan gejala sikap, perilaku dan disiplin manusia. Menanamkan kebiasaan menabung merupakan upaya strategis mengatasi kemiskinan. Oleh karena itu, semestinya menabung menjadi sikap dan perilaku untuk menyisihkan secara sadar dan terus menerus bagian dari setiap penerimaan pendapatan.
Dengan begitu pengelolaan pendapatan keluarga akan memiliki dampak pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan semakin besarnya akumulasi surplus keluarga. Dan orang kecil pun dapat menabung!
Menabung dapat dilihat dari dua sisi kehidupan keluarga. Satu sisi adalah menyisihkan bagian dari penerimaan pendapatan, sisi lain adalah penghematan dari setiap sen pengeluaran. Dengan demikian setiap keluarga dapat menabung dari dua gejala dasar ekonomi keluarga yaitu "penyisihan dari penerimaan" dan "penghematan dari pengeluaran".
Musyawarahkeluarga
Sangat jarang keluarga memiliki tradisi musyawarah, apalagi yang didayahgunakan untuk tujuan ekonomi. Musyawarah keluarga, dilakukan tidak hanya antara suami dan istri, tetapi juga anak-anak yang telah dapat mengerti. Bila dalam satu keluarga besar ada orang tua atau saudara yang menjadi tanggungan, mereka perlu diikut sertakan dalam musyawarah. Musyawarah terutama bertujuan untuk menyusun rencana keuangan bulan berikutnya dan mengevaluasi pelaksanaan rencana anggaran bulan sebelumnya, memperbaiki kesalahan dan memecahkan masalah-masalah yang timbul dalam kehidupan ekonomi keluarga.
****
Sumber: dikutip dari Modul Pengelolaan Ekonomi Rumah Tangga, PNPM MP.
Posted by
Novita Anggraeni
at
3:43 AM
2
comments
Labels: Ilmu Manajemen, Kiat Sukses
Monday, December 26, 2011
Panic Selling dan Langkah Menghadapinya
Ada kalanya para investor saham melakukan transaksi besar-besaran karena dipicu oleh ketakutan tertentu seperti misalnya ketakukan akan terjadinya krisis keuangan dan ekonomi. Transaksi besar-besaran yang dilakukan oleh para investor inilah yang kemudian membuat harga saham menjadi merosot tajam. Situasi inilah yang kemudian oleh beberapa pihak disebut sebagai panic selling.
Lantas apakah panic selling itu? panic selling diartikan sebagai tindakan dari investor secara bersama-sama yang membuat harga saham secara keseluruhan merosot tajam, seperti misalnya aktivitas transaksi penjualan saham secara besar-besaran dalam satu hari. Biasanya penurunan harga saham mencapai diatas 9 % (menurut ukuran pasar Amerika Serikat) dan lebih.
Aktivitas panic selling biasanya dipicu oleh beberapa sebab, yang tak jarang dikarenakan oleh faktor-faktor yang sebenarnya hanya bersifat isu yang tak jelas juntrungannya. Stephen Vines, mengelompokkan aktiitas panic selling dibagi menjadi empat kelompok, yakni:
- phoney panics, yaitu kepanikan yang terjadi karena persoalan sederhana. Investor menerima suatu informasi yang tak jelas sumber dan kebenarnya, lantas tanpa terlebih dahulu mengecek kebenaran beritanya langsung melakukan aktivitas penjualan secara besar-besaran. Keadaan panik ini pada kenyataannya tidak ada hubungannya dengan fundamental perusahaan atau harga intrinsic saham yang bersangkutan. Investor menjual sahamnya secara besar-besaran hanya berdasarkan isu dan ikut-ikutan tertular tindakan orang lain.
- end-of-cycle panics, yaitu kepanikan yang ditimbulkan sendiri oleh investor. Investor merasa ketinggalan atas kepanikan yang terjadi dan merasa harus menjual karena ketakutan tidak bisa lagi menjual pada keesokan harinya. . biasanya yang memicu kepanikan ini adalah karena harga yang sudah terlalu tinggi (bubble) dan semua telah melakukan penjualan sementara investor belum melakukannya. Bahkan, kepanikan terjadi karena aktifitas operasi pasar yang dilakukan mengakibatkan investor ketakutan dan menjual sahamnya.
- contagious panics, yakni panik yang menular. Kepanikan ini disebabkan oleh kepanikan yang terjadi akibat penularan dari kepanikan investor yang lain. Yang memicu para investor melakukan penjualan besar-besaran karena kepanikan menular ini adalah biasanya karena investor melihat dari pasar di Negara atau wilayah lain yang juga melakukan hal yang sama tersebab ketakutan mereka pada krisis keuangan yang terjadi padasebuah Negara dan takut krisis tersebut pada akhirnya akan merembet ke Negara investor yang bersangkutan. Contoh yang paling nyata saat ini adalah krisis keuangan yang terjadi di Yunani dn merembet ke Italia, yang kemungkinan akan merembet juga ke Indonesia. Akibatnya, investor merasa perlu untuk menjual dulu sahamnya daripada tidak bisa lagi menjualnya pada kesempatan berikut.
- real panics, atai kepanikan nyata yang merupakan kepanikan atas kejadian yang sebenarnya. Contohnya adalah kepanikan yang terjadi di pasar Yunani. Kepanikan pada masyarakat Yunani dan menjual saham merupakan panik nyata karena adanya informasi factual di mana harga akan merosot. Tetapi, investor saham yang di Indonesia yang menjual saham disebabkan karena kejadian di Yunani disebut sebagai kepanikan menular.
Cara Menghadapi Panic Selling
Dalam situasi panic selling, investor tidak boleh bertindak sembrono dan harus memperhatikan posisinya. Investor dalam posisi memiliki posisi, yakni memiliki saham yang harganya cukup tinggi sekitar level 400. Investor tidak bisa berdiam diri saja kecuali investor mempunyai keyakinan besar bahwa harga saham atau pasar akan terkerek naik kembali pada sesi berikutnya.
Untuk dapat melakukan tindakan tersebut, investor harus dalam posisi berhubungan dengan dealer saham perusahaan sekuritas dan memperhatikan pergerakan harga saham melalui monitor. Bila investor telah menyampaikan harga jual namun saham tak juga terjual, investor harus menurunkan harga jual 2 poin dari harga sebelumnya agar bisa terjual.
Tindakan melipat gandakan penurunan harga didasarkan pada keyakinan bahwa harga akan merosot tajam. Sebaiknya tindakan penjualan saham harus dilakukan pada sesi pagi, karena penurunan masih sedikit. Bila melakukan penjualan pada sesi siang, kemungkinan besar investor harus menjual sahamnya dengan harga yang lebih murah.
Tetapi, bila investor sedang dalam posisi tidakmemiliki saham tetapi sedang mempunyai dana tunai, investor harus melakukan penghitungan atau menentukan waktu yang tepat untuk memasuki pasar dan membeli saham yang diinginkan. Investor sudah harus yakin benar bahwa ketika investor membeli, pasar sudah akan berbalik arah mengalami kenaikan.
Pada umumnya, pasar yang turun satu hari dan langsung mengalami kenaikan pada hari berikutnya mempunyai kemungkinan yang lebih besar dari aktivitas lainnya. Oleh karena itu investor harus langsung membeli saham tersebut bila sudah mengalami penurunan tajam. Bila pasar sudah drop di atas 10%, sebaiknya investor membeli saham tersebut untuk menikmati keuntungan akan kenaikan harga saham tersebut.
Bila sudah naik, investor juga tidak boleh diam, tapi turut mentransaksikan saham tersebut. Bila harga juga sudah naik melebihi 5% setelah dua-tiga hari, sebaiknya investor menjual dan kembali menunggu untuk membeli kembali saham tersebut. Tetapi bila investor sudah melihat harga saham atau pasar sudah stabil kembali, investor jangan menjual saham bersangkutan, tetapi menyimpan saham tersebut untuk jangka yang lebih lama lagi. Keuntungan yang dinikmati investor akan lebih besar dan bila dibandingkan dengan investasi yang lain akan jauh lebih baik karena investor memperolehnya dalam waktu yang relative pendek.
Posted by
Novita Anggraeni
at
6:46 PM
3
comments
Labels: Investasi, Panic Selling, Pasar Modal, Saham
Sunday, June 19, 2011
Prospek Bisnis Kulit Ikan Pari
Siapa yang tak kenal ikan pari yang mampu mempesona pengunjung Sea Word di kawasan Ancol? Ekor berdurinya yang panjang, menjadikan ikan pari digemari nelayan. Kulit badannya yang pipih—bak layang-layang—yang bertotol halus, ternyata juga bisa mempesona alias mendatangkan rejeki bagi orang yang jeli. Kulit ini dimanfaatkan jadi barang kerajinan. Mungkin belum banyak yang tahu, kulit ikan pari yang selama ini disia-siakan sebagai sampah, bahkan sering dianggap beracun, bisa disulap jadi dompet, tas, sabuk dan tali jam tangan plus aksesoris lain.
Memang tak mudah mengolah kulit ikan pari jadi barang kerajinan. Perlakuan untuknya tak bisa disamakan dengan kulit sapi atau kulit domba. Karena tekstur serat binatang yang satu ini lain dengan mamalia yang biasanya membujur, satu-satu. Sedangkan kulit ikan pari, teranyam dan amat padat. Struktur semacam ini membuat kulit ikan pari kuat luar biasa, sekitar dua setengah kali kekuatan kulit sapi. Sayangnya selama ini belum ada teknologi yang memadai untuk mengolah kulit ikan unik ini.
Namun, inilah justru kelebihan dari kulit ikan pari. Karena dibalik kesukaran pengolahannya, kualitas ketahanan kulit ini sangat tinggi. Kulit ikan pari terkenal anti goresan, bahkan juga anti peluru. Hingga wajarlah kalau di Jepang biasa dipakai sebagai pelapis tameng para samurai atau pelapis jaket anti peluru.
Kulit ikan pari memang sangat keras. Lapisan terluarnya mirip bintik-bintik kristal untuk melindungi tubuh sang ikan. Tekstur inilah yang biasa dimanfaatkan untuk menambah nilai eksotis produk. Ikan pari biasanya punya bintik besar berdekatan di daerah punggung. Bintik ini lebih besar dari bintik yang lain. Kalau sudah dalam barang jadi, kedua bintik inilah yang jadi mascot penggaet perhatian konsumen, dan membuat motif jadi lebih menarik.
Dari enam spesies ikan pari, selama ini hanya ada dua jenis yang lazim diolah kulitnya, yakni Trygon Sephen dan Trygon Kuhlii atau biasa dipanggil Pari Kampret dan Pari Duri. Ikan pari duri kulitnya paling istimewa, bintik besarnya tidak hanya dua, tapi banyak dan memanjang. Hingga bisa diolah menjadi sabuk dengan motif yang sangat indah.
Cara Pengolahan Kulit Ikan Pari
Sayangnya, cara pengolahan kulit ikan pari memang terkesan rumit. Prosesnya bisa dimulai dengan memisahkan kulit dari daging. Setelah ikan di cuci dan dipotong ekornya, dibuat sayatan 1-2 cm mengikuti sisik sepanjang punggung. Setelah terpisah dari dagingnya, kulit harus diawetkan dengan penggaraman.
Proses penggaraman dialakukan dengan mencuci ikan pari dengan air garam dan menaburkan garam di atas kulit sembari dikeringkan. Seluruh proses ini paling lama dilakukan satu bulan. Dilanjutkan dengan pengapuran, pembuangan kapur, pemberian enzim, pengasaman, penyamakan, penetralan, penyamakan ulang dan peminyakan. Selanjutnya, kulit yang sudah setengah jadi ini ditaburi zat kimia khusus. Polesan terakhir, dilakukan pewarnaan dengan zat pewarna khas yang bisa menyerap pada sisik padatnya. Sampai proses ini, kulit pari siap dijual sebagai kulit mentah atau dijadikan bahan baku barang kerajinan.
Proses Pengolahan Kulit Ikan Pari Jadi Barang Kerajinan
Dalam proses pembuatan dompet, biasanya dibutuhkan satu lembar kulit pari ukuran kecil. Sedangkan untuk pembuatan tas, diperlukan dua sampai tiga lembar kulit. Untuk pembuatan sabuk diperlukan empat lembar kulit, yang mata di sepanjang kulitnya harus disambung secara lurus. Potongan kulit ikan pari yang tidak terpakai pun, masih bisa dimanfaatkan sebagai barang kerajinan lain, semisal tempat korek api, gelang jam, tempat handphone, gantungan kunci dan hiasan penutup kotak.
Hal yang paling sulit dilakukan pada proses ini adalah sewaktu penjahitan, karena sisiknya harus dihilangkan supaya kulit bisa dijahit dan tidak membuat jarum patah. Bahan baku yang digunakan pun harus dihitung dengan cermat dan teliti agar tidak banyak bahan yang terbuang percuma.
Kerumitan proses produksi dari mulai pengulitan sampai menjelma barang jadi ini, tak ayal memerlukan waktu satu setengah bulan. Kerumitan ini pula yang menjadikan perajinnya belum banyak. Namun begitu, dengan sedikit ketekunan dan kesabaran, potensi pasar yang sangat besar telah siap menanti.
Analisa Margin Keuntungan
Analisa margin bisnis ini cukup menjanjikan. Dengan pembelian bahan baku, ditambah biaya pemrosesan kulit sekitar dua kali harga bahan baku, dan proses pengerjaan dengan biaya 20% dari biaya produksi, margin keuntungannya tetap menggiurkan.
Apalagi selain untuk diekspor ke beberapa Negara yang menyukai kerajinan berbahan kulit ikan pari seperti Korea, Jepang, Amerika, Australia dan juga beberapa Negara Eropa, produk yang satu ini juga sangat laku dan jadi favorit di beberapa swalayan di Jakarta, beberapa galeri kerajinan di Bali, dan juga beberapa pasar local lain.
Dengan system penjualan kontan atau konsinyasi, harga sebuah dompet kulit pari bisa mencapai Rp. 200.000. Adapun harga tas berkisar antara Rp. 350 hingga Rp. 500.000. Harga yang cukup bergengsi bukan? Dan tentu sebuah potensi besar terutama bagi nelayan tropis seperti Indonesia. Apalagi menurut data Ditjen Perikanan Departemen Pertanian, kendati tiap tahun ditangkap 20.253 ton ikan pari, habitatnya belum terganggu hingga belum perlu dilindungi. Anda tertarik untuk menggeluti bisnis yang menawarkan keuntungan menggiurkan ini?
Posted by
Novita Anggraeni
at
10:30 PM
2
comments
Labels: Kiat Sukses, Membuka Usaha Baru, Memulai Bisnis Baru
Cara Menyablon dengan Banyak Warna
Untuk menyablon kaos dengan menggunakan lebih dari satu warna, screen harus menyatu pada meja sablon. Hal ini dilakukan agar aneka warna yang tercetak pada kaos dapat tepat pada pola gambarnya (register).
Agar lebih mudah dan praktis, kaos yang disablon lebih dari satu warna sebaiknya adalah kaos yang belum dijahit, sehingga proses sablon akan lebih cepat dan tepat. Menyablon kaos dengan banyak warna harus menggunakan screen sebanyak jumlah warna yang akan dicetak.
1. Alat dan Bahan
- Tiga buah screen nomor 66 T, ukuran bingkai 25 x 35 cm
- Rakel tumpul, ukuran panjang rakel disesuaikan dengan disain
- Tinta medium khusus kaos, pilihan warna sesuai dengan selera
- Triplek atau karton
- Plastik astralon
- Lem kaos (printak)
- Meja sablon.
2. Menyiapkan Screen
Siapkan 3 pola gambar yang berbeda untuk tiga warna yang digunakan. Tiga pola gambar masing-masing diafdruk pada screen yang berbeda. Screen 1 untuk menyablon tinta warna kuning, screen 2 untuk warna merah, dan screen 3 untuk warna hitam.
- Screen 1
1. Pola gambar 1. Gambar diarsir penuh dengan menggunakn spidol warna hitam.
2. Afdruk pola gambar 1 ke layar screen. Screen ini akan digunakan untuk menyablon warna kuning.- Screen 2
1. Pola gambar 2. Gambar diarsir penuh dengan menggunakn spidol warna hitam.
2. Afdruk pola gambar 2 ke layar screen. Screen ini akan digunakan untuk menyablon warna merah.- Screen 3
1. Pola gambar 3. Gambar dipertegas tepiannya dengan menggunakan spidol warna hitam.
2. Afdruk pola gambar 3 ke layar screen. Screen ini digunakan untuk menyablon warna hitam.3. Memasang Screen
Pasanglah screen yang telah diafdruk ke meja sablon dengan menggunakan catok.
4. Memasang Penepat (Anlag)
Teknik memasang anlag untuk menyablon kaos dengan tiga warna adalah sebagai berikut:
1. Tinta yang pertama disablonkan adalah tinta dengan warna paling muda, yakni warna kuning. Tuangkan tinta berwarna kuning ke bagian dalam screen 1 secukupnya. Penyablonan warna pertama ini sekaligus juga untuk memasang anlag pada meja sablon. Rekatkan plastik astralon atau mika ke meja kaca dengan menggunakan isolasi. Bagian yang direkatkan cukup sisi kiri plastik. Sablonkan tinta langsung ke plastik tadi, kemudian keringkan. Mengeringkan bisa dengan cara menaburkan bedak pada cetakan sablon di kaca atau membiarkannya hingga mongering dengan sendirinya.
2. Angkatlah plastik dengan tidak melepas isolasi. Taruh kaos di bawah plastik yag telah disablon. Atur posisi kaos sampai komposisi gambar yang akan disablon pada kaos seimbang.
3. Pasanglah anlag di bagian atas dan samping kanan triplek. Bila anlag sudah terpasang, plastik dapat diambil.
4. Sablonkan tinta berwarna kuning pada kaos.
5. Pola gambar yang tercetak dari screen 1 dengan warna dasar kuning.
6. Sablonkan tinta warna merah dengan menggunakan screen 2 pada plastik astralon. Penyablonan ini dimaksudkan sebagai penepat warna merah.
7. Jika komposisinya sudah tepat, pasanglah penepat di bagian atas dan sisi kanan triplek. Sablonkan tinta warna merah di atas kaos.
8. Sablonkan tinta warna hitam dengan menggunakan screen 3 pada plastik astralon. Penyablonan ini dimaksudkan sebagai penepat warna hitam. Jika komposisinya sudah tepat, pasanglah penepat di bagian atas dan sisi kanan triplek.
9. Sablonkan tinta berwarna hitam di atas kaos.
10. Kaos dengan hiasan gambar hasil sablonan sudah jadi dan siap dikenakan.Sumber: Buku Panduan Praktis Cetak Sablon karya Guntur Nusantara, A.Md. Graf
Posted by
Novita Anggraeni
at
9:55 PM
7
comments
Labels: Tips and Triks
Wednesday, April 6, 2011
Download Gratis Ebook 10 Kiat Mencapai Sukses Bisnis
Ebook 10 Kiat Mencapai Sukses Bisnis ini disarikan dari buku klasik yang berjudul “The Greatest Salesman in the World” karangan O.G. Mandino. Buku ini menjadi buku klasik karena isi dan latar belakang yang terdapat dalam buku ini memang berasal dari zaman kelahiran Yesus Kristus.
Dan meski adakalanya kiat-kiat kuno biasanya dianggap ketinggalan zaman dan tidak bisa dipakai lagi. Namun buku saku “The Greatest Salesman in the World” karangan O.G. Mandino ini menceritakan dengan manisnaya sepuluh kiat mencapai sukses di bidang bisnis. Kesepuluh kiat yang berasal dari zaman kelahiran Yesus Kristus ini masih relevan untuk diterapkan di zaman sekarang. Dan tidak hanya di bidang bisnis, tapi di segala bidang. Disamping itu, kata yang terangkai dalam buku ini begitu bersahaja namun puitis. Bersahaja yang membuatnya mudah dimengerti dan diikuti tapi kalimat per kalimat yang terangkai begitu indah. Dibawah ini saya cuplikkan isi dari buku ini:
Petunjuk kesepuluh
Adakah orang yang tak meneriakkan Tuhannya bila dilanda kesusahan? Kendati ia mungkin tak percaya bahwa Ia sungguh ada, namun bila ditimpa bahaya, kematian atau peristiwa di luar nalar, ia akan mengaduh dan memanggil-Nya. Darimana asal jeritan yang meluncur lepas dari mulut setiap manusia pada saat-saat semacam ini?
Cobalah gerakkan tanganmu tiba-tiba di depan mata seseorang dan pelupuknya akan terpejam. Ketuklah tiba-tiba lututnya, dan kakinya pun pasti terlonjak. Kejutkan ia saat berada di kegelapan dan dari mulutnya akan terlontar kalimat, “Ya, Tuhan!”
Bukankah jeritan ini adalah sebentuk doa? Sepantasnyalah bila aku pun berdoa, walau jeritan yang kulontarkan bukanlah sekedar jeritan kosong karena yang aku inginkan adalah bimbingan-Nya, agar Ia berkenan menunjukkan jalan bagiku, untuk menggapai cita-citaku.
Takkan pernah aku memohon harta dunia. Yang kumohon adalah tuntunan untuk meraihnya, dan doaku pasti akan didengarkan.
Mungkin saja bimbingan itu benar-benar Ia berikan; atau sama sekali tidak Ia berikan. Bukankah keduanya merupakan jawaban-Nya? Bila seorang anak meminta roti kepada ayahnya namun yang diinginkan tak segera ia terima; bukankah itu berarti bahwa sang ayah telah memberikan tanggapannya?
Oleh karena itu aku akan selalu mendambakan bimbingan, dengan sebentuk doa berikut ini:
Ya, Tuhan Maha Pencipta, tolonglah aku.
Hari ini aku lahir kembali di dunia, telanjang dan sebatang kara. Tanpa bimbingan-Mu, keberhasilan dan kebahagiaan akan menjauh daripadaku.
Aku tak hendak memohon busana, emas ataupun kesempatan yang seimbang dengan kemampuanku; yang kuminta adalah bimbingan-Mu agar aku berhasil memanfaatkan kemampuan sebanyak kesempatan yang terbuka bagi diriku.
Kau ajarkan pada singa dan burung garuda bagaimana berburu dan perkasa dengan cakar dan taring mereka. Ajarilah aku berburu dengan kata dan menjadi kaya akan cinta, agar di mata sesamaku aku bagai singa, dan di tempat kerja aku bagaikan seekor burung garuda.
Tolonglah aku agar tetap bersahaja dalam menghadapi hambatan dan kegagalan, namun jangan Kau jauhkan keberhasilan dan kemenangan dari pandangan mataku.
Berikan padaku tugas yang telah gagal dilakukan oleh rekan-rekanku, dan bimbinglah aku untuk memetik benih keberhasilan, dari kegagalan yang mereka lakukan.
Berikan aku waktu yang cukup untuk mencapai tujuan hidupku, dan bimbinglah aku untuk memperlakukan setiap hari yang Kau berikan sebagai hariku yang terakhir, pimpinlah aku mengatur kata-kataku, agar yang terdengar selalu bernas; dan jauhkan aku dari omong kosong yang menyakitkan.
Bimbinglah aku agar selalu mau mencoba dan mencoba, dan buatlah agar aku selalu waspada untuk mencium setiap kesempatan yang dibukakan bagiku. Limpahilah diriku dengan kesabaran dan tolonglah diriku agar mampu memusatkan seluruh tenaga dan kekuatanku.
Basuhlah diriku dengan kebiasaan yang terpuji, agar yang buruk pun akan larut dari kehidupanku. Berkatilah diriku agar memiliki rasa iba terhadap sesamaku. Tolonglah aku agar selalu menyadari bahwa segala-galanya akan berakhir. Ingatkanlah diriku agar tak pernah lupa menghitung semua rahmat yang Kau karuniakan kepadaku.
Isilah kehidupanku dengan cinta, agar musuh mau berteman dengan diriku. Bukalah mataku lebar-lebar, ya, Tuhan Allahku, agar aku selalu dijauhkan dari kebencian.
Namun segala-galanya menurut kehendak-Mu, ya, Tuhan Allahku. Walau aku ini kecil, Kau buat diriku lain dari mereka. Bukankah itu berarti bahwa bagiku telah Kau sediakan tempat serta tugas yang khusus pula?
Oleh karena itu, ya Tuhanku, bimbinglah tanganku; tunjukkan padaku jalan yang terbaik. Biarlah aku menjadi seperti rencana-Mu; biarlah benih yang Kau tanam dan Kau pilih berkembang di seluruh kebun anggur dunia.
Tolonglah aku, ya, Allah Tuhanku!
Sangat indah bukan? Jika Anda ingin membaca keseluruhannya silahakan download ebook: 10 Kiat mencapai Sukses Bisnis ini dengan cara meng-klik button download di bawah ini:
Selamat membaca dan semoga bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari, yang pada gilirannya akan mampu membuka pintu kesuksesan bagi Anda semua. Semoga…
Posted by
Novita Anggraeni
at
10:51 PM
2
comments
Labels: Ebook Gratis, Kiat Sukses, Motivasi
Popular Posts
-
Untuk menyablon kaos dengan menggunakan lebih dari satu warna, screen harus menyatu pada meja sablon. Hal ini dilakukan agar aneka warna yan...
-
Beberapa yang perlu diperhatikan dan harus dipertimbangkan dalam memulai dan menjalankan usaha, dan dibawah ini ada beberapa kiat-kiat ya...
-
Ebook 10 Kiat Mencapai Sukses Bisnis ini disarikan dari buku klasik yang berjudul “The Greatest Salesman in the World” karangan O.G. Mandin...
-
Pengertian Mengelola Ekonomi Rumah Tangga (ERT) adalah tindakan untuk merencanakan, melaksanakan, memonitor, mengevaluasi dan mengendalikan ...
-
Bagi Anda yang butuh dan lagi mencari referensi tentang cara dan menyusun surat perjanjian sewa kios untuk usaha Anda, maka kali ini Kunci F...
-
Salah satu usaha kecil-kecilan yang bisa dikelola dirumah dan bisa dilakukan paruh waktu antara beberapa menit sebelum pulang kerja dan dila...
-
Main saham memang gampang-gampang susah, bahkan saking begitu dominannya faktor luck dalam bermain saham, orang awam kadang kerap mengidenti...
-
Siapa yang tak kenal ikan pari yang mampu mempesona pengunjung Sea Word di kawasan Ancol? Ekor berdurinya yang panjang, menjadikan ikan pari...
-
Menurut W. Clement Stone, salah satu kunci keberhasilan para niagawan sukses adalah bahwa mereka memiliki kepribadian yang menyenangkan yang...
-
Emas sebagai barang investasi memang lazim digunakan di Indonesia. Disamping karena memang sudah menjadi tradisi yang biasa dilakukan oleh...









